Page 143 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 143
Ringkasan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Badung-Kuta, Provinsi Bali,
menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing Rp42 juta untuk ahli waris dari
seorang petani dan seorang guru. "Melalui penyerahan santunan ini sekaligus merupakan salah
satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Badung terutama bagi para pekerja
tentang pentingnya program BPJAMSOSTEK," kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Badung-Kuta
Nurul Indahyati di Badung, Rabu.
BPJAMSOSTEK KUTA-BALI SERAHKAN SANTUNAN UNTUK AHLI WARIS PETANI-
GURU
Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Badung-Kuta, Provinsi
Bali, menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing Rp42 juta untuk ahli waris dari
seorang petani dan seorang guru.
"Melalui penyerahan santunan ini sekaligus merupakan salah satu upaya untuk memberikan
edukasi kepada masyarakat Badung terutama bagi para pekerja tentang pentingnya program
BPJAMSOSTEK," kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Badung-Kuta Nurul Indahyati di Badung,
Rabu.
Santunan Jaminan Kematian (JKM) untuk dua peserta BJAMSOSTEK itu, yang pertama
diserahkan kepada Ni Nyoman Puspawati selaku ahli waris dari I Ketut Ramia (petani).
Sedangkan santunan yang kedua diterima oleh I Wayan Manis dan I Made Suparta selaku ahli
waris Kadek Lia Utami (guru SD 1 Taman, Abiansemal, Badung) "Jadi pentingnya program
BPJAMSOSTEK tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga. Karena begitu terjadi
risiko, kecelakaan kerja atau meninggal, keluarga yang ditinggalkan harus tetap melanjutkan
hidup," ucap Nurul.
Sementara Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa disela sela penyerahan santunan tersebut di
rumah jabatan wakil bupati pada Selasa (20/4) mengatakan sinergitas Pemkab Badung dengan
BPJAMSOSTEK bersifat wajib.
"Menjadi sebuah keharusan antara pemerintah daerah dengan komponen lembaga negara untuk
menangani jaminan sosial ketenagakerjaan masyarakat. Harus bersinergi, bersifat wajib," ujar
Suiasa.
Oleh karena sudah diamanatkan dalam peraturan, lanjut dia, maka pemerintah punya tugas dan
tanggung jawab yang sama dalam mensosialisasikan, mengedukasi, membimbing mengarahkan
masyarakatnya untuk membuat perencanaan hidup termasuk dengan risiko mereka dalam
melaksanakan tugas formal maupun nonformal "Jangan beratnya di awal dipikirkan, tetapi jauh
dipikirkan adalah akhir dari program yang kita lakukan. Karena itu, kita namanya berorientasi
pada hasil," katanya.
Sementara itu Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Bali, Nusa Tenggara, dan Papua
(Banuspa), Toto Suharto menegaskan pihaknya selalu berkomitmen dalam menjamin
perlindungan sosial bagi para pekerja.
142

