Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 139
BESARAN DAN KRITERIA PENERIMA BEASISWA ANAK PESERTA BPJS
KETENAGAKERJAAN
JAKARTA, - BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek memberikan beasiswa pendidikan kepada
ahli waris peserta. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program
JKK JKM.
Pembayaran beasiswa ini ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019 yaitu
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara
Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT, efektif berlaku pada 1 April 2021.
Direktur Utama BPJS Keternagakerjaan Anggoro mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja
keras Kemenaker dan seluruh Kementerian/Lembaga yang terlibat dalam penyusunan
Permenaker Nomor 5 tahun 2021, sehingga kenaikan manfaatnya sangat dirasakan ahli waris
peserta program JKK dan JKM.
"Manfaat beasiswa ini naik signifikan, dari sebelumnya sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak,
hingga menjadi maksimal Rp 174 juta untuk dua orang anak. Semoga dengan adanya beasiswa
ini dapat mendukung mereka dalam menjalani proses belajar di sekolah, perguruan tinggi atau
pelatihan," ujar Anggoro dalam konferensi virtual, Rabu (21/4/2021).
Manfaat beasiswa ini diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp 174 juta, mulai
dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1). Kriteria anak yang dapat
menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja, belum menikah, dan di bawah usia 23 tahun.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Permenaker ini
mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, dengan salah satunya
adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.
Berdasarkan Permenaker tersebut, beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris peserta
yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total
tetap atau meninggal dunia.
"Permenaker Nomor 5 Tahun 2021 ini sangat dinantikan kehadirannya, karena merupakan
pemutakhiran dari 4 Permenaker dan 1 Keputusan Menaker yang sebelumnya mengatur
mekanisme pemberian manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Ida.
Anggoro mengatakan realisasi beasiswa ini dilakukan paling lambat minggu pertama Mei 2021.
Adapun proyeksi total penerima manfaat beasiswa ini mencapai 10.451 anak, dengan total nilai
yang dikucurkan sebesar Rp 115,64 miliar.
"Pembayaran beasiswa yang sempat tertunda ini sesegera mungkin kami tunaikan, paling lambat
minggu pertama bulan Mei 2021 mendatang untuk mendukung pendidikan anak peserta," tutur
Anggoro.
138

