Page 239 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 239

Ringkasan

              Pandemi Covid-19 belum usai, masyarakat harus banyak berhemat terhadap kebutuhan hidup.
              Sebab kondisi ekonomi juga belum stabil sehingga keuangan benar-benar harus dijaga agar
              aman. Saat lebaran, biasanya perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR). Apalagi THR
              pada masa pademi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan ekonomi nasional, namun
              bagi  penerima  karyawan  yang  menerima  THR  perlu  mengelola  THR  dengan  bijak  di  tengah
              pandemi.



              PANDEMI BELUM USAI, INI TIPS MENGELOLA THR AGAR AMAN

              Pandemi Covid-19 belum usai, masyarakat harus banyak berhemat terhadap kebutuhan hidup.
              Sebab kondisi ekonomi juga belum stabil sehingga keuangan benar-benar harus dijaga agar
              aman.

              Saat lebaran, biasanya perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR). Apalagi THR pada
              masa pademi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan ekonomi nasional, namun bagi
              penerima karyawan yang menerima THR perlu mengelola THR dengan bijak di tengah pandemi.

              Perencana keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan, THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari
              raya. THR dapat dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai. Agar THR tidak
              cepat habis, maka perlu bijak mengelola THR yang didapatkan pada hari raya.

              "Pola pikir kita mengenai THR perlu diubah, THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan
              semua pada saat hari raya," ucapnya pada acara Webinar dengan tema Cerdas Kelola Tunjangan
              Hari Raya yang diselengarakan oleh Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan
              Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu, (21/4/2021).

              Mike  menjelaskan,  THR  perlu  dikelola  dengan  bijak  dengan  THR  dibagi  kebeberapa  pos
              pengeluaran.  Pos  pengeluaran  THR  yang  pertama  adalah  untuk  prioritas,  prioritas  ini  bukan
              kebutuhan sehari-hari seperti pengluaran listrik.

              Prioritas yang dimaksud Mike adalah, untuk menabung dana darurat, pelunasan hutang, serta
              investasi untuk masa depan. "Dana darurat sangat penting karena masa epidemi ini situasi yang
              tidak pasti. Proporsi untuk pos prioritas ini adalah 10-30% dari THR yang didapat," ujarnya.

              Mike  menjabarkan  lebih  lanjut,  pos  pengeluaran  THR  selanjutnya  adalah  zakat,  infak,  dan
              sedekah dengan proporsi 10% dari THR. Pengeluaran untuk sajian khas hari raya sebesar 5 -
              15% dari THR. Pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan sebesar 5 -
              15% dari THR yang di dapat.

              "Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai mesti baru, upayakan belanja berdasarkan
              kebutuhan bukan atas dasar keinginan," terangnya.

              Dia menambahkan dana THR dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti liburan, halal
              bihalal, renovasi rumah. "Keperluan seperti ini dialokasikan hanya sekitar 10%-15%," tutupnya.

              Direktur Pengupahan Ditjen PHI JSK Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, di tengah
              pandemi Covid-19, THR wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya,
                                                           238
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244