Page 242 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 242

LEGA THR 2021 DIBAYAR MAKSIMAL H-7, SERIKAT BURUH WANTI-WANTI ADANYA
              CELAH DI SURAT EDARAN MENAKER

              Federasi  Serikat  Pekerja  Metal  Indonesia  (FSPMI)  mengapresiasi  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan  (Menaker)  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  (THR)  Keagamaan  Tahun  2021
              Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Presiden  FSPMI,  Riden  Hatam  Aziz,  menyebut  edaran  mengenai  THR  tahun  ini  lebih  tegas
              dibanding tahun lalu.

              Tahun ini, Menaker Ida Fauziyah meminta perusahaan memberikan THR H-7 lebaran.

              "Kami mengapresiasi surat edaran Menaker tentang THR tahun ini dibanding tahun lalu, artinya
              sudah ada ketegasan waktu," ungkap Riden dalam program Panggung Demokrasi Tribunnews,
              Rabu (21/4/2021).

              Pemerintah  Minta  PNS  Sabar,  THR  Baru  Cair  Tanggal  3  Mei  2021  Meski  demikian,  Riden
              menyebut masih ada celah yang perlu diperhatikan di dalam SE yang terbit pada 12 April 2021
              lalu.

              Celah yang dimaksud ialah adanya opsi negosiasi mengenai pembayaran THR bagi perusahaan
              yang masih terdampak pandemi Covid-19.

              "Kalau kelonggaran yang dimaksud adalah waktu pembayaran, it's okay, tapi yang terjadi di
              lapangan,  ada  pengusaha,  pengalaman  2020,  justru  dia  (menegosiasikan)  untuk  volume
              pembayarannya (besaran THR )," ungkap Riden.

              Diketahui dalam SE Menaker, terdapat empat langkah yang harus diambil apabila perusahaan
              tidak mampu membayar THR sesuai aturan yang ada.

              Menaker  meminta  agar  gubernur,  bupati/wali  kota  tempat  perusahaan  berada  untuk:  1.
              Memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog  dengan  pekerja/buruh
              untuk mencapai kesepakatan, yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  hari  raya  keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan.

              2.  Meminta  perusahaan  agar  dapat  membuktikan  ketidakmampuan  untuk  membayar  THR
              Keagamaan  tahun  2021  secara  tepat  waktu  kepada  pekerja/buruh,  berdasarkan  laporan
              keuangan internal perusahaan yang transparan.

              3.  Memastikan  kesepakatan  mengenai  pembayaran  THR  Keagamaan,  tidak  menghilangkan
              kewajiban  pengusaha  untuk  membayar  THR  Keagamaan  tahun  2021  kepada  pekerja/buruh
              dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              4. Meminta perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja/buruh, melaporkan hasil
              kesepakatan  tersebut  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan.




                                                           241
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247