Page 358 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 358

paling lambat 7 hari sebelum hari raya," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus
              Nompitu, di Bandarlampung, Rabu.



              DISNAKER LAMPUNG DORONG PERUSAHAAN BAYAR THR 7 HARI SEBELUM HARI
              RAYA

              Bandarlampung - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung mendorong perusahaan atau
              pun pemberi kerja untuk membayarkan tunjangan hari raya paling lambat 7 hari sebelum hari
              raya keagamaan.

              "Terkait pemberian tunjangan hari raya pada tahun ini sesuai SE Menteri Ketenagakerjaan nomor
              M/6/HK.04/IV/2021  kita  mendorong  perusahaan  dan  pemberi  kerja  membayarkan  tunjangan
              paling lambat 7 hari sebelum hari raya," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus
              Nompitu, di Bandarlampung, Rabu.

              Ia mengatakan pemberian tunjangan hari raya bagi pekerja atau pun buruh wajib diberikan
              secara penuh.

              "Pemberian tunjangan hari raya bagi pekerja wajib diberikan secara penuh, tidak boleh dicicil,"
              ucapnya.

              Dia mengatakan bagi perusahaan yang masih terdampak COVID-19 sehingga belum mampu
              memberikan tunjangan hari raya sesuai dengan waktu yang ditentukan maka wajib melaporkan
              serta mendiskusikan kepada pekerja.

              "Sesuai  surat  edaran  Gubernur  Lampung  nomor  045.2/1497/07/2021  bagi  perusahaan  yang
              masih terdampak COVID-19 maka dialog dengan pekerja untuk mencari solusi harus dilakukan,"
              katanya.

              Ia melanjutkan perusahaan juga harus membuktikan ketidakmampuan dalam membayar THR
              tepat  waktu  dengan  menunjukkan  laporan  keuangan  secara  transparan,  lalu  memastikan
              kesepakatan  pembayaran  THR  sehingga  tidak  menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk
              membayar THR kepada pekerja sesuai peraturan perundang-undangan.

              "Yang terakhir hasil kesepakatan tersebut harus dilaporkan kepada kami paling lambat 7 hari
              sebelum hari raya," ucapnya.

              Dia menjelaskan bila terjadi pelanggaran sesuai dengan PP 36/2021 tentang Pengupahan dan
              Permenaker 6/2016 maka ada sanksi secara administratif, denda 5 persen dari total THR sejak
              batas akhir pembayaran, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau
              seluruh alat produksi dan pembekuan sementara kegiatan usaha.

              "Untuk sanksi ada namun kita upayakan untuk mediasi terlebih dahulu untuk mencari solusi, bila
              gagal baru kita beri sanksi sesuai peraturan yang ada," katanya lagi.

              .





                                                           357
   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363