Page 360 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 360

"Pertama kepada sudin-sudin untuk buat posko pengawasan THR. Kan kemarin sudah dibuat
              Kementerian di tingkat nasional, sekarang di tingkat daerah sampai dengan tingkat sudin," kata
              Andri di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

              Setelah  dibuat  posko,  lanjut  Andri,  jajarannya  akan  melakukan  sosialisasi  kepada  para
              pengusaha mengenai pembagian THR.

              "Nanti setelah dibuatkan posko kita memberikan sosialisasi, dan sekarang sedang sosialiasi terus
              nih  kemarin  kita  lakukan  ke  teman-teman  kadin,  dalam  waktu  dekat  dengan  Apindo,"
              tambahnya.

              Materi sosialisasi, agar para pengusaha tepat waktu dan tidak menyicil pembayaran THR kepada
              para karyawannya.

              Sekadar  informasi,  Kementerian  Ketenagakerjaan  secara  resmi  mewajibkan  para  pengusaha
              untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja atau buruhnya secara penuh
              dan tepat waktu yakni tujuh hari sebelum hari raya keagamaan atau H-7. Aturan ini berlaku
              untuk semua sektor, tanpa terkecuali.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan THR keagamaan merupakan pendapatan
              non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh. Pembayaran THR
              keagamaan  ini  sesuai  dengan  PP  nomor  36  tahun  2021  tentang  pengupahan  dan  Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi
              Pekerja atau Buruh di Perusahaan.


              "Ketentuan THR tahun 2021 sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri nomor 6 tahun 2016
              bahwa pembayaran THR harus diberikan H-7 sebelum hari raya itu sendiri tiba," ujar Ida, dalam
              konferensi pers virtual, Senin, 12 April 2021.

              Ida  mengatakan  bahwa  pembahasan  pembayaran  THR  keagamaan  tahun  ini  merupakan
              masukan dari lembaga kerja sama tripartit nasional dan tim kerja dewan pengupahan nasional
              (Depenas), serta komunikasi yang intens dengan pengusaha maupun serikat pekerja atau buruh.































                                                           359
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365