Page 387 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 387

Ringkasan

              Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Andri Yansyah menyampaikan kebijakan pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) bisa dilakukan secara asimetris. Perusahaan yang mengklaim tidak
              mampu  membayar  penuh  THR  akan  disesuaikan  dengan  kemampuannya.  Dia  menuturkan,
              kebijakan  pembayaran  asimetris  tidak  bersifat  tetap.  Sebab,  kewajiban  perusahaan  untuk
              membayarkan  THR  kepada  karyawannya  tetap  mengacu  pada  surat  edaran  Menteri  Tenaga
              Kerja Nomor M/6/HK.4/IV/2021.



              PEMPROV DKI BAKAL VALIDASI PERUSAHAAN MENGAKU TAK SANGGUP
              MEMBAYAR PENUH THR

              Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Andri Yansyah menyampaikan kebijakan pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) bisa dilakukan secara asimetris. Perusahaan yang mengklaim tidak
              mampu membayar penuh THR akan disesuaikan dengan kemampuannya.

              Dia  menuturkan,  kebijakan  pembayaran  asimetris  tidak  bersifat  tetap.  Sebab,  kewajiban
              perusahaan untuk membayarkan THR kepada karyawannya tetap mengacu pada surat edaran
              Menteri Tenaga Kerja Nomor M/6/HK.4/IV/2021.

              Skema pemberian uang THR menurut Andri sama seperti penyesuaian upah minimum regional
              2021.  Perusahaan  terdampak  Covid-19  dan  tidak  mampu  menyesuaikan  upah  2021  tidak
              diberikan sanksi.

              "Pada prinsipnya kita gunakan UMP 2021 tapi kebijakan kita asimetris," katanya di gedung DPRD
              DKI Jakarta, Selasa (20/4).

              Dia  menambahkan,  untuk  memvalidasi  ketidakmampuan  perusahaan  dalam  membayar  THR,
              Dinas Tenaga Kerja akan mendirikan sejumlah posko pelaporan bagi perusahaan.

              Meski  posko  didirikan  untuk  pelaporan  sekaligus  pemantauan  pembayaran  THR,  Andri
              menegaskan pihaknya tetap mensosialisasikan surat edaran Menaker tentang pembayaran THR
              tidak boleh dicicil.

              "Begitu  ada  permohonan  baru  kita  lakukan  penelitian,  dia  sektor  mana,  kita  lihat  laporan
              keuangan, jika misalkan kita tetapkan dengan tim yang kita bentuk bahwa dia masuk UMP 2020
              kita buat surat." "Bahwa THR itu besarannya enggak bisa diganggu gugat, tapi kalau sistem
              pembayarannya baru nanti bisa kita lihat, cicil atau tunai atau dikasih waktu," jelasnya.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur
              di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk
              memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
              Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi

                                                           386
   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392