Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 64

BPJAMSOSTEK REALISASASIKAN KENAIKAN MANFAAT BEASISWA HINGGA RP174
              JUTA UNTUK 2 ORANG ANAK
              Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Deny Yusyulian (dua kanan), bersama Kepala Dinas Tenaga
              Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo (kiri), menyerahkan beasiswa
              pendidikan  pada  ahli  waris  yang  dilakukan  serentak  pada  33  provinsi  lainnya  secara  daring
              bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJamsostek Anggoro
              Eko Cahyo, yang diikuti dari kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa
              Timur, Rabu (21/4/2021).

              Selang beberapa waktu diterbitkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2
              Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS
              Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali mendapatkan mandat untuk menunaikan kewajiban
              untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta. Hal ini sesuai dengan manfaat
              yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas
              Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK JKM.

              Pembayaran beasiswa ini ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019 yaitu
              Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Permenaker)  Nomor  5  Tahun  2021  tentang  Tata  Cara
              Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT, efektif berlaku pada 1 April 2021. Permenaker ini
              mengatur  teknis  pelaksanaan  pemberian  manfaat  JKK,  JKM  dan  JHT,  dengan  salah  satunya
              adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.
              Berdasarkan Permenaker tersebut, beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris peserta
              yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total
              tetap atau meninggal dunia. Manfaat beasiswa ini diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai
              maksimal Rp174 juta, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1
              (S1). Kriteria anak yang dapat menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja, belum menikah,
              dan di bawah usia 23 tahun.

              Kegiatan penyerahan beasiswa secara simbolis ini dilaksanakan oleh Menteri Ketenagakerjaan
              RI,  Ida  Fauziyah  dan  Direktur  Utama  BPJAMSOSTEK,  Anggoro  Eko  Cahyo,  di  Jakarta,  Rabu,
              (21/4) dan dilakukan serentak pada 33 provinsi lainnya secara daring.

              Ida bersyukur atas implementasi Permenaker Nomor 5 Tahun 2021, yang terlaksana bertepatan
              bulan Ramadan sekaligus Hari Kartini.
              "Permenaker  Nomor  5  Tahun  2021  ini  sangat  dinantikan  kehadirannya,  karena  merupakan
              pemutakhiran  dari  4  Permenaker  dan  1  Keputusan  Menaker  yang  sebelumnya  mengatur
              mekanisme pemberian manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan", jelas Ida.

              Sementara Anggoro mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja keras Kemnaker dan seluruh
              Kementerian/Lembaga  yang  terlibat  dalam  penyusunan  Permenaker  Nomor  5  tahun  2021,
              sehingga kenaikan manfaatnya sangat dirasakan ahli waris peserta program JKK dan JKM.

              "Manfaat beasiswa ini naik signifikan, 1.350%, dari sebelumnya sebesar Rp12 juta untuk satu
              orang anak, hingga menjadi maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak. Semoga dengan adanya
              beasiswa ini dapat mendukung mereka dalam menjalani proses belajar di sekolah, perguruan
              tinggi atau pelatihan," ujar Anggoro.

              Anggoro menambahkan proyeksi total penerima manfaat beasiswa ini mencapai 10.451 anak,
              dengan total nilai yang dikucurkan sebesar Rp115,64 Miliar.

              "Saya berharap agar pembayaran beasiswa yang sempat tertunda ini sesegera mungkin kami
              tunaikan,  paling  lambat  minggu  pertama  bulan  Mei  2021  mendatang  untuk  mendukung
              pendidikan anak peserta," tutur Anggoro.
                                                           63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69