Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 69

BP JAMSOSTEK SIAP SALURKAN MANFAAT BEASISWA RP 115 MILIAR

              JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek
              menyatakan siap merealisasikan perluasan mandat terkait manfaat beasiswa pendidikan anak
              sebelum Hari Raya Idul Fitri. Diproyeksi manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
              dan Jaminan Kematian (JKM) itu mencapai Rp 115 miliar.

              Direktur  Utama  BP  Jamsostek  Anggoro  Eko  Cahyo  menyampaikan,  pihaknya  mengapresiasi
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  yang  segera  menerbitkan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  (Permenaker)  Nomor  5/2021  tentang  Tata  Cara  Penyelenggaraan  Program
              Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Aturan itu sudah aktif
              sejak April 2021 dan siap dilaksanakan oleh BP Jamsostek.

              Karena  menurut  dia,  kehadiran  Permenaker  itu  menjadi  harapan  baru  bagi  anak-anak  di
              Indonesia tetap melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi lewat manfaat beasiswa. BP
              Jamsostek memperkirakan semua manfaat beasiswa bisa disalurkan kurang dari tiga pekan atau
              paling lambat sampai Hari Raya Idul Fitri di tahun ini.

              "Tentu saja kerjasama dengan gubernur dan walikota untuk kita bersama-sama melaksanakan
              ini, karena ini sudah sangat ditunggu-tunggu. Berdasarkan data kami, yang berhak jumlahnya
              sebanyak  10.451  anak  dengan  estimasi  manfaat  beasiswa  yang  diberikan  sebanyak  Rp  115
              miliar. Ini mencakup pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi," papar Anggoro pada
              acara  Penyerahan  Manfaat  Beasiswa  Pendidikan  Anak  Peserta  Program  Jaminan  Kecelakaan
              Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Rabu (21/4).

              Dia mengatakan, negara hadir dan berkomitmen memastikan memberikan kehidupan yang layak
              bagi  pekerja  dan  keluarganya  bahkan  dalam  aspek  pendidikan.  Oleh  karena  itu,  dibutuhkan
              kerjasama dan kolaborasi dari seluruh elemen, baik itu pengusaha, pekerja, pemerintah, untuk
              memastikan program jaminan sosial tersebut bisa dirasakan bagi seluruh pekerja.

              Perluasan cakupan manfaat dari BP Jamsostek itu merupakan concern Presiden Joko Widodo
              melalui  terbitkan  Inpres  Nomor  2/2021.  Presiden  memberi  instruksi  kepada  19  Menteri,
              Kejaksaan Agung, tiga kepala badan, 34 gubernur, 514 bupati/walikota untuk mengoptimalkan
              program  jaminan  sosial  ketenagakerjaan  yang  sama-sama  diharapkan  cakupannya  terus
              meningkat.

              Pada kesempatan sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menuturkan, pendidikan adalah
              masa depan dari setiap anak-anak di Indonesia. Pendidikan harus juga dimiliki oleh anak-anak
              yang  memiliki  kondisi  tertentu,  seperti  orang  tua  tidak  bisa  memberikan  fasilitas  pendidikan
              secara penuh dan layak, atau termasuk anak-anak telah ditinggalkan oleh orang tuanya.

              "Negara  hadir  secara  langsung  menjamin  masa  depan  pada  mereka  yang  bapak/ibunya
              meninggal atau mengalami cacat tetap untuk bisa memberikan biaya pendidikan pada anak-
              anaknya. Ini luar biasa, karena pemerintah sungguh serius memperhatikan kesejahteraan para
              pekerja termasuk para keluarganya," tutur dia.
              Menaker menerangkan, perluasan manfaat beasiswa itu sebelumnya terkait dengan PP 44/2015
              yang  kemudian  diperbaiki  menjadi  PP  82/2019.  Selanjutnya,  peraturan  tersebut  dirumuskan
              secara teknis lewat Permenaker 5/2021, yang mampu menyederhanakan empat Permenaker dan
              satu Keputusan Menteri.
              Dia mengungkapkan, proses penyusunan peraturan relatif berjalan baik. Hal berikutnya yang
              terpenting  adalah  merealisasikan  amanat  dari  instruksi  presiden  sesuai aturan  yang  berlaku.
              Dalam hal ini, Kemnaker meyakini BP Jamsostek mampu menyelesaikan penyaluran manfaat
              sebelum waktu yang dijanjikan. Hal itu juga yang dipercaya bisa mendorong para pekerja tertarik
              menempatkan dananya sebagai jaminan sosial ketenagakerjaan.
                                                           68
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74