Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 72

BP JAMSOSTEK SIAP SALURKAN MANFAAT BEASISWA RP 115,64 M

              Oleh Pisma Ardianto

              Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek menyatakan
              siap merealisasikan perluasan mandat terkait manfaat beasiswa pendidikan anak sebelum Hari
              Raya Idul Fitri. Diproyeksi manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan
              Kematian (JKM) itu mencapai Rp 115,64 miliar untuk 10.451 anak.

              Direktur  Utama  BP  Jamsostek  Anggoro  Eko  Cahyo  menyampaikan,  pihaknya  mengapresiasi
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  yang  segera  menerbitkan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  (Permenaker)  Nomor  5/2021  tentang  Tata  Cara  Penyelenggaraan  Program
              Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua. Aturan itu sudah aktif
              sejak April 2021 dan siap dilaksanakan oleh BP Jamsostek.

              Karena  menurut  dia,  kehadiran  Permenaker  itu  menjadi  harapan  baru  bagi  anak-anak  di
              Indonesia tetap melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi lewat manfaat beasiswa. BP
              Jamsostek memperkirakan semua manfaat beasiswa bisa disalurkan kurang dari tiga pekan atau
              paling lambat sampai Hari Raya Idul Fitri di tahun ini.

              Adapun berdasarkan Permenaker tersebut, beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris
              peserta yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak
              cacat total tetap atau meninggal dunia. Manfaat beasiswa ini diberikan untuk dua orang anak
              dengan  nilai  maksimal  Rp  174  juta,  mulai  dari  Taman  Kanak-kanak  (TK)  hingga  jenjang
              pendidikan Strata 1 (SI). Kriteria anak yang dapat menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja,
              belum menikah, dan di bawah usia 23 tahun.

              'Tentu saja kerja sama dengan gubernur dan walikota untuk kami bersama-sama melaksanakan
              ini, karena ini sudah sangat ditunggu-tunggu. Berdasarkan data kami, yang berhak jumlahnya
              sebanyak 10.451 anak dengan estimasi manfaat beasiswa yang diberikan sebanyak Rp 115,64
              miliar. Ini mencakup pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi," papar Anggoro pada
              acara  Penyerahan  Manfaat  Beasiswa  Pendidikan  Anak  Peserta  Program  Jaminan  Kecelakaan
              Kerja OKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Rabu (21/4).

              Dia mengatakan, negara hadir dan berkomitmen memastikan memberikan kehidupan yang layak
              bagi  pekerja  dan  keluarganya  bahkan  dalam  aspek  pendidikan.  Oleh  karena  itu,  dibutuhkan
              kerjasama dan kolaborasi dari seluruh elemen, baik itu pengusaha, pekerja, pemerintah, untuk
              memastikan program jaminan sosial tersebut bisa dirasakan bagi seluruh pekerja.

              Instruksi Presiden

              Perluasan cakupan manfaat dari BP Jamsostek itu merupakan concem Presiden RI Joko Widodo
              melalui  terbitkan  Inpres  Nomor  2/2021.  Presiden  memberi  instruksi  kepada  19  Menteri,
              Kejaksaan Agung, tiga kepala badan, 34 gubernur, 514 bupati/walikota untuk mengoptimalkan
              program  jaminan  sosial  ketenagakerjaan  yang  sama-sama  diharapkan  cakupannya  terus
              meningkat.

              "Manfaat beasiswa ini naik signifikan, 1.350%, dari sebelumnya sebesar Rp 12 juta untuk satu
              orang  anak,  hingga  menjadi  maksimal  Rp  174  juta  untuk  dua  orang  anak.  Semoga  dengan
              adanya  beasiswa  ini  dapat  mendukung  mereka  dalam  menjalani  proses  belajar  di  sekolah,
              perguruan tinggi atau pelatihan," ujar Anggoro.

              Pada  kesempatan  itu,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziah  menuturkan,  pendidikan  adalah
              masa depan dari setiap anak-anak di Indonesia. Pendidikan harus juga dimiliki oleh anak-anak
              yang  memiliki  kondisi  tertentu,  seperti  orang  tua  tidak  bisa  memberikan  fasilitas  pendidikan
              secara penuh dan layak, atau termasuk anak-anak telah ditinggalkan oleh orang tuanya.
                                                           71
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77