Page 432 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 AGUSTUS 2021
P. 432
"Adanya Aplikasi Penilaian Hubungan Industrial di Perusahaan ini, AMHI harus optimis menatap
masa depan, harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Harus yakin
bahwa MHI mampu menghadapi tantangan kompetisi global," ujar Menaker Ida Fauziyah.
Menaker menjelaskan, dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2020 tentang
Cipta Kerja, bukan berarti tugas pemerintah telah selesai, mengingat pengaturan substansi
dalam UU Ciptaker masih bersifat pokok dan umum.
UU Ciptaker juga mengamanatkan pengaturan lebih lanjut yang mengatur beberapa substansi
dalam regulasi setingkat Peratu Karenanya, pemerintah menaruh harapan kepada pemerintah
daerah, provinsi dan kabupaten/kota melalui para MHI di daerah agar melakukan penguatan
organisasi dengan membangun komunikasi dan dialog dengan stakeholder.
"Pemerintah pun mendorong tumbuhnya SDM unggul dan menjadi mitra strategis pemerintah
dalam rangka memberi solusi yang konstruktif dan visioner pasca pandemi COVID-19 di sektor
ketenagakerjaan," katanya.
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan, ada dua hal utama yang
disosialisasikan kepada para mediator.p Pertama, Kepmenaker Nomor 104 Tahun 2021 tentang
pedoman pelaksanaan hubungan kerja selama masa pandemi Covid-19. Kepmenaker ini
diharapkan menjadi pedoman bagi semua pelaku hubungan industrial dalam menjaga
keberlangsungan usaha dan bekerja.
Kedua, mengenai aplikasi penilaian hubungan industrial di perusahaan. Aplikasi menjadi
instrumen yang sangat membantu kelancaran pelaksanaan tugas MHI dalam melakukan
pembinaan hubungan industrial di tingkat perusahaan. Terutama untuk memetakan tingkat
kerawanan atau potensial konflik/perselisihan hubungan industrial di setiap perusahaan.
"Selain memetakan kondisi nyata hubungan industrial di tingkat perusahaan, aplikasi ini menjadi
potensial sumber data bagi para MHI dalam membina hubungan industrial di perusahaan
sekaligus menghindari perselisihan hubungan industrial," katanya.***.
431

