Page 487 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 AGUSTUS 2021
P. 487
Judul Nganggur, Ratusan PMI Di Bondowoso Ngebet Ingin Balik Ke Luar
Negeri
Nama Media rri.co.id
Newstrend PMI Bondowoso
Halaman/URL https://rri.co.id/jember/daerah/1166724/nganggur-ratusan-pmi-di-
bondowoso-ngebet-ingin-balik-ke-luar-negeri
Jurnalis M. Samsudi
Tanggal 2021-08-27 11:25:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Nunung Setianingsih (Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu
Tenaga Kerja) Kalau saya sempat tanya salah satu orang, karena kebetulan di daerah Kecamatan
Tegalampel, dia masih ingin kembali ke Malaysia
negative - Nunung Setianingsih (Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu
Tenaga Kerja) Dari beberapa dari mereka yang dikirim kan tidak seluruh kecamatan ada warga
yang bekerja ke luar negeri. Kita evaluasi dengan Pak Camat, bagaimana program mereka
apakah kembali lagi
neutral - Nunung Setianingsih (Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu
Tenaga Kerja) Kita di provinsi ada Dinas Tenaga Kerja. Kemudian dari sisi perlindungan Pekerja
Migran Indonesia, ada juga namanya BP2MI
neutral - Nunung Setianingsih (Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu
Tenaga Kerja) Kita kan kerjasama dengan PT. Epson di Batam. Jadi Kita kan harus bagaimana
bisa ber-MoU dengan perusahaan-perusahaan sehingga bisa membantu adik-adik untuk bisa
bekerja
Ringkasan
Sebanyak 211 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bondowoso ngebet ingin kembali
bekerja ke luar negeri. Pasalnya, pasca dipulangkan oleh negara tempatnya bekerja, mereka
tidak memiliki pekerjaan di Bondowoso alias menganggur. Kondisi tersebut dijelaskan oleh
Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker)
Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., Jumat, (27/08/2021). Nunung menyebut akan
mendukung keinginan para PMI tersebut. Karena mereka adalah pahlawan devisa yang berjuang
untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
486

