Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 80

Ringkasan

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berupaya membuktikan tenaga kerja penyandang
              disabilitas sebagai sumber daya manusia (SDM) yang mampu bekerja dengan etos kerja sangat
              baik dan produktif. Upaya tersebut akan dibuktikan Kemnaker melalui unit layanan disabilitas
              (ULD).  Hal  ini  disampaikan  Direktur  Jenderal  (Dirjen)  Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja
              (Binaperta) dan Perluasan Kesempatan Kerja (PKK) Kemenaker Suhartono.



              LEWAT ULD, KEMENAKER BUKTIKAN PENYANDANG DISABILITAS MILIKI ETOS
              KERJA BAIK

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berupaya membuktikan tenaga kerja penyandang
              disabilitas sebagai sumber daya manusia (SDM) yang mampu bekerja dengan etos kerja sangat
              baik dan produktif.

              Upaya  tersebut  akan  dibuktikan  Kemnaker  melalui  unit  layanan  disabilitas  (ULD).  Hal  ini
              disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binaperta) dan
              Perluasan Kesempatan Kerja (PKK) Kemenaker Suhartono.

              "  Penyandang  disabilitas  bukan  hanya  memiliki  hak.  Lebih  dari  itu,  mempekerjakan  mereka
              mampu  memberikan  benefit  atau  nilai  tambah  terhadap  reputasi,  prestise,  dan  nama  baik
              perusahaan,"  ujar  Suhartono  dalam  keterangan  tertulis  yang  diterima  Kompas.com,  Kamis
              (3/6/2021).

              Keuntungannya,  lanjut  dia,  perusahaan  akan  dianggap  sebagai  entitas  yang  berkomitmen
              mewujudkan dunia kerja inklusif dalam penghormatan asas kesetaraan.

              Pernyataan  tersebut  disampaikan  Suhartono  dalam  Rapat  Koordinasi  (Rakor)  Percepatan
              Penyelenggaraan ULD Bidang Ketenagakerjaan di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis.

              Melalui  rakor  itu,  Kemenaker  berupaya  melakukan  percepatan  penyelenggaraan  ULD  Bidang
              Ketenagakerjaan kepada tenaga kerja maupun pemberi kerja yang mempekerjakan penyandang
              disabilitas.

              Adapun  tujuannya  untuk  mewujudkan  komitmen  kesamaan  hak  dan  kesempatan  kerja  bagi
              penyandang disabilitas.

              Suhartono menjelaskan, berdasarkan data wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan (WLKP) dan
              data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) provinsi, kabupaten dan kota per Januari 2020, tercatat 546
              perusahaan mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 4.508 orang dari 538.518 total
              tenaga kerja yang bekerja.

              Dari data tersebut, ia mengimbau semua pelaku usaha untuk semakin terbuka dan memberikan
              akses kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.
              "Mereka  berhak  berpartisipasi  dan  berperan  serta  dalam  pembangunan  untuk  mencapai
              kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya," ucap Suhartono.

              Ia menambahkan, pemerintah bahkan diwajibkan mendukung dan mengapresiasi dunia usaha
              yang mempekerjakan para penyandang disabilitas. Hal ini sesuai dengan Undang-undang (UU)
              Nomor 8 Tahun 2016.






                                                           79
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85