Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 81

Suhartono  pun  berharap,  pemberian  penghargaan  dalam  berbagai  bentuk  dapat  memotivasi
              perusahaan pemberi kerja untuk terus berkomitmen dalam mewujudkan lapangan kerja untuk
              para penyandang disabilitas.

              Tak hanya itu, imbuhnya, perusahaan diharapkan pula bisa semakin terbuka untuk mewujudkan
              perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan.

              "Saat ini, dunia usaha sangat memerlukan dukungan fasilitasi, akomodasi yang layak berupa
              peralatan produksi atau peralatan kerja. Hal ini guna membantu keberlanjutan usaha maupun
              keberlanjutan kerja para penyandang disabilitas," kata dia.

              Terkait  rakor,  ia berharap  percepatan  penyelenggaraan  ULD  mampu  mewujudkan  komitmen
              pemerintah daerah (pemda) dalam pelayanan ketenagakerjaan inklusif bagi para penyandang
              disabilitas.

              "Tujuannya agar mereka mampu mewujudkan peran dan partisipasinya dalam pembangunan
              atas dasar kesetaraan," imbuh Suhartono.

              Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja
              Dalam Negeri (PTKDN) Nora Kartika Setyaningrum mengatakan, diperlukan diseminasi informasi
              tentang kebijakan dan teknis penyelenggaraan untuk mendukung percepatan penyelenggaraan
              ULD Bidang Ketenagakerjaan.

              Diseminasi tersebut ditujukan kepada pemda dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta
              pemangku kepentingan terkait.

              "Hal  ini  penting  untuk memperkuat  pemahaman  semua  pemangku  kebijakan  di pemda  agar
              menjadikan  layanan  disabilitas  bidang  ketenagakerjaan  sebagai  bagian  dari  perencanaan,
              penyelenggaraan, dan evaluasi kebijakan serta program pembangunan daerah," ujar Nora.
              Ia menjelaskan, penyelenggaraan ULD bidang ketenagakerjaan wajib dilaksanakan oleh disnaker
              provinsi dan kabupaten atau kota.

              Penyelenggaraan  itu  juga  membutuhkan  kerja  sama  lintas  sektor  sesuai  dengan  laporan
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2020.

              Lebih lanjut Nora menambahkan, rakor digelar untuk memperluas akses dan kesempatan kerja
              bagi penyandang disabilitas melalui layanan ketenagakerjaan secara inklusif.

              Rakor merupakan bentuk peningkatan kesadaran untuk memberikan pelayanan ketenagakerjaan
              yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

              "Sehingga para penyandang disabilitas mampu berpartisipasi sebagai warga negara atas dasar
              kesamaan hak, kesetaraan, dan tanpa diskriminasi," kata Nora.

              Untuk diketahui, dalam rakor tersebut turut dihadiri beberapa pejabat daerah, yaitu Sekretaris
              Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja dan 40 peserta secara luar jaringan (luring).

              Hadir pula peserta sebanyak 215 orang secara daring yang terdiri dari Sekda, Ketua Dewan
              Perwakilan  Rakyat  Daerah  (DPRD),  Kepala  Badan  Perencanaan  Pembangunan  Daerah
              (Bappeda),  Kepala  Disnaker,  Kepala  Dinas  Sosial  (Kadinsos),  perwakilan  Asosiasi  Pengusaha
              Indonesia (Apindo), serta Kepala Organisasi Penyandang Disabilitas di seluruh Provinsi Jabar.





                                                           80
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86