Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 85
KSPI SEBUT BELUM ADA KEPASTIAN MEKANISME PHK KARYAWAN GIANT
JAKARTA, - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) meminta manajemen PT Hero
Supermarket Tbk untuk memberikan kepastian terhadap nasib pekerja di Giant, setelah
perusahaan berencana menutup seluruh gerai mulai akhir Juli 2021.
Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan, hingga saat ini pihak manajemen Hero Group belum
memberikan kepastian terkait waktu dan mekanisme PHK kepada para pekerja Giant di seluruh
Indonesia.
"Perihal perkembangan dari kasus rencana penutupan Giant sebagai salah satu unit usaha Hero
Group akhir bulan Juli 2021, belum ada kepastian waktu serta menaknisme terkait rencana PHK
pekerja," ungkap Said Iqbal dalam konferensi pers, Kamis (3/6/2021).
Said menjelaskan, terkait rencana relokasi perkerja di lini usaha Hero Group lainnya seperti
Guardian, Hero Supermarket, dan IKEA juga belum dipastikan mekanismenya oleh pihak
manajemen. Demikian juga dengan besaran pesangon yang akan diterima buruh yang terkena
PHK.
Di sisi lain, Said mengungkapkan pihaknya tidak setuju jika perusahaan mempersyaratkan
pekerja yang direlokasi ke lini bisnis Hero harus mendaftar ulang, mengikuti seleksi, dan memulai
kerja dari nol lagi.
"Belum ada kesepakatan dan kepastian yang meliputi berapa jumlah orang yang akan
ditempatkan di Hero, di Guardian, dan di IKEA. Bagaimana mekanisme penempatannya, tentu
ASPEK Indonesia, KSPI, dan serikat pekerja tidak setuju jika pekerja harus mendaftar ulang
dengan sistem seleksi," ungkap dia.
Said menjelaskan, perusahaan tentunya bisa menilai kinerja pekerjanya yang selama puluhan
tahun mengabdi di perusahaan. Ia juga berharap pekerja dengan masa kerja yang cukup lama
bisa langsung disalurkan ke lini bisnis lain Hero Group.
Selain kejelasan nilai pesangon, kompensasi dan nilai hak pekerja lainnya, Said berharap
perusahaan untuk bertindak sesuai dengan perjanjian kerja antara buruh dengan manajemen.
Ia juga mengimbau manajemen Hero Group untuk melakukan perundingan dengan karyawan
Giant secara terjadwal guna mendapatkan solusi terbaik.
Sementara itu, Head of Corporate & Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto
sebelumnya memastikan, seluruh karyawan Giant yang terdampak akan mendapatkan
kompensasi yang pantas di luar ketentuan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.
"Kami sepenuhnya berupaya untuk memperlakukan seluruh karyawan dengan penuh empati dan
rasa hormat di masa perubahan portofolio ini. Kami juga akan memberikan karyawan yang
terdampak akan diberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja,"
ucapnya Selasa (25/5/2021).
Pemberian kompensasi di atas regulasi pemerintah tersebut sebagai ungkapan atau apresiasi
perusahaan terhadap seluruh karyawan Giant yang telah mendedikasikan dan turut membantu
masa peralihan bisnis tersebut.
"Ini merupakan ungkapan terima kasih kami atas dukungan mereka selama ini serta untuk
membantu transisi mereka menuju kesempatan kerja yang baru," kata dia.
.
84

