Page 231 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 231

mengatakan  PPKM  darurat  tidak  berlaku  bagi  ratusan  ribu  sektor  manufaktur  TGSL  (tekstil,
              garmen, sepatu, dan kulit) serta bagi jutaan pekerjanya. Jutaan pekerja bekerja penuh waktu,
              bahkan melakukan lembur, dalam ruang tertutup dan padat, tanpa alat pelindung diri (APD,
              masker, hand sanitizer, fasilitas mencuci tangan, dll) dan fasilitas kesehatan memadai (klinik, tes
              awal, atau vitamin penunjang).



              PENULARAN COVID-19 DI PABRIK AGRESIF, BURUH MINTA PEMERINTAH BERI
              SANKSI TEGAS KE PENGUSAHA

              Laporan  Wartawan  Tribunnews.com,  Reynas  Abdila,  JAKARTA  -  Buruh  meminta  pemerintah
              memberikan sanksi tegas kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang
              dan Industri (Kadin) Indonesia, karena tidak patuh aturan PPKM darurat. Ketua Umum Federasi
              Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Dian Septi Trisnanti mengatakan PPKM darurat tidak
              berlaku bagi ratusan ribu sektor manufaktur TGSL (tekstil, garmen, sepatu, dan kulit) serta bagi
              jutaan pekerjanya.

              "Di banyak sentra industri sektor ini (misal, Cakung, Tangerang, Subang, Sukabumi, dan Solo),
              puluhan pabrik masih beroperasi 100 persen. Para pekerja wajib bekerja, jika tidak mereka akan
              kehilangan pekerjaan," urainya dalam dialog virtual, Senin (19/7/2021).

              Jutaan  pekerja  bekerja  penuh  waktu,  bahkan  melakukan  lembur,  dalam  ruang  tertutup  dan
              padat, tanpa alat pelindung diri (APD, masker, hand sanitizer, fasilitas mencuci tangan, dll) dan
              fasilitas kesehatan memadai (klinik, tes awal, atau vitamin penunjang).
              "Implementasi Omnibus Law UU Cipta Kerja No 11/2020 memperburuk situasi pekerja. Sejak
              awal  tahun  2021,  dengan  merujuk  pada  UU  Cipta  Kerja,  sejumlah  perusahaan  TGSL  telah
              mengubah  sistem  kerja dari  pekerja  tetap  menjadi  pekerja  kontrak  atau  pekerja  borongan,"
              imbuh Dian.
              Akibat dari situasi klaster pabrik termasuk klaster penyebaran Covid-19 yang paling agresif. Dian
              menambahkan berdasarkan data serikat pekerja/serikat buruh sektor TGSL dalam dua minggu
              terakhir ribuan anggota di wilayah Cakung, Tangerang, Subang, Sukabumi, dan Solo terpapar
              melalui tempat kerja/pabrik. Buruh meminta pemerintah RI untuk memastikan konsistensi dan
              sanksi  PPKM  darurat  yang  dinilai  masih  ambigu,  longgar,  dan  berpotensi  memperlambat
              penyelesaian pandemi Covid-19.

              "Kami meminta pemerintah mendesak Apindo dan Kadin untuk memastikan pemenuhan hak-hak
              kesehatan pekerja selama masa pandemi Covid-19. Vaksin gratis bagi pekerja dan keluarga di
              lingkungan  pabrik,  jaminan  upah  dan  fasilitas  rehabilitasi  kesehatan  gratis  tindakan  nyata
              solidaritas sosial pengusaha di masa sulit ini," urainya.

              Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kawasan
              industri  masuk  zona  merah  penyebaran  Covid-19.  Dia  pun  meminta  agar  hal  ini  menjadi
              perhatian agar dapat segera menekan laju penularan Virus Corona.

              "Masih ada yang perlu menjadi perhatian, salah satunya para buruh yang di mana industri ini
              masih banyak merahnya. Kalau bisa saya usul jadwal kerja mereka diperketat," kata Menko Luhut
              yang juga penanggung jawab PPKM darurat, Rabu (14/7/2021).

              Menko  Luhut  mengusulkan  kepada  Menteri  Tenaga  Kerja  (Menaker)  Ida  Fauziyah  agar
              menerapkan mekanisme sehari kerja sehari di rumah. "Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30
              hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja. Ini juga pada prinsipnya untuk
              menghindari para pekerja/buruh tersebut dirumahkan," ungkap Menko Luhut.


                                                           230
   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236