Page 236 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 236
Judul Ngeri! Banyak Buruh Positif Covid-19 Tetap Kerja Demi Upah
Nama Media okezone.com
Newstrend Kasus Positif COVID-19
Halaman/URL https://economy.okezone.com/read/2021/07/19/320/2442830/ngeri-
banyak-buruh-positif-covid-19-tetap-kerja-demi-upah
Jurnalis Michelle Natalia
Tanggal 2021-07-19 13:11:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Dian Septi Trisnanti (Ketua Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia) Klaster pabrik
sangat agresif, buruh TGSL (tekstil, garmen, sepatu, dan kulit), dalam dua minggu saja di
Cakung, Tangerang, Subang, dan Solo ribuan anggota kita terpapar
negative - Dion Wijaya (Lurah Serua) Mereka mungkin bisa bekerja kalau cuma gejala saja belum
dicek, tapi yang terpapar itu kalau ada yang tes massal disuruh pulang dan isoman. Tapi tanpa
ada fasilitas di perusahaan, ini muncul problem
Ringkasan
Serikat Pekerja mengkonfirmasi banyak buruh positif Covid-19 yang tetap bekerja tanpa fasilitas
kesehatan yang memadai. Kasus positif Covid-19 dari klaster buruh pun menjadi sorotan. Ketua
Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Dian Septi Trisnanti mengatakan, saat ini
banyak perusahaan yang mengubah status buruhnya menjadi pekerja kontrak atau borongan.
Dengan perubahan status itu membuat pemberian upah buruh sesuai dengan absensi harian
kerjanya. Dia bahkan mengatakan bahwa ribuan anggotanya sudah terpapar Covid-19. "Klaster
pabrik sangat agresif, buruh TGSL (tekstil, garmen, sepatu, dan kulit), dalam dua minggu saja
di Cakung, Tangerang, Subang, dan Solo ribuan anggota kita terpapar," ungkap Dian
NGERI! BANYAK BURUH POSITIF COVID-19 TETAP KERJA DEMI UPAH
JAKARTA - Serikat Pekerja mengkonfirmasi banyak buruh positif Covid-19 yang tetap bekerja
tanpa fasilitas kesehatan yang memadai. Kasus positif Covid-19 dari klaster buruh pun menjadi
sorotan.
Ketua Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Dian Septi Trisnanti mengatakan, saat
ini banyak perusahaan yang mengubah status buruhnya menjadi pekerja kontrak atau borongan.
Dengan perubahan status itu membuat pemberian upah buruh sesuai dengan absensi harian
kerjanya.
235

