Page 253 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 253

efektif dalam menekan lonjakan penyebaran virus corona (Covid-19). Ketua Bidang Hubungan
              Luar  Negeri  PP  Federasi  Serikat  Pekerja  Tekstil  Sandang  dan  Kulit-Serikat  Pekerja  Seluruh
              Indonesia (FSP TSK-SPSI) Dion Untung Wijaya mengatakan, pemerintah harus mencari alternatif
              kebijakan dari PPKM Darurat.



              BURUH TOLAK PERPANJANGAN PPKM DARURAT: TAK EFEKTIF

              Jakarta  -  Serikat  buruh  menolak  wacana  perpanjangan  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan
              Masyarakat (PPKM) Darurat . Buruh menganggap, kebijakan PPKM Darurat yang berjalan selama
              ini tidak efektif dalam menekan lonjakan penyebaran virus corona ( Covid-19 ).

              Ketua  Bidang  Hubungan  Luar  Negeri  PP  Federasi  Serikat  Pekerja  Tekstil  Sandang  dan  Kulit-
              Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK-SPSI) Dion Untung Wijaya mengatakan, pemerintah
              harus mencari alternatif kebijakan dari PPKM Darurat.

              "PPKM darurat pun itu tidak menunjukkan hasil penurunan kasus Covid yang signifikan. Padahal
              sekarang sudah hampir tanggal 20 dan besok terakhir untuk PPKM darurat. Tapi angka positif di
              Indonesia bahkan saat ini sudah dianggap jadi episentrum Covid di dunia," ujar Dion dalam
              sebuah konferensi pers virtual, Senin (19/7).

              Jika merujuk data Satgas Covid-19, jumlah penambahan kasus sejak PPKM Darurat hari pertama,
              3 Juli 2021 hingga 18 Juli kemarin lonjakan kasus masih terus terjadi. Tercatat, selama periode
              itu justru ada tambahan 648.538 kasus positif di Indonesia.

              Dengan lonjakan kasus tersebut, Dion menilai bahwa PPKM tidak berjalan efektif. Oleh sebab
              itu, ia menolak rencana memperpanjang PPKM.

              "Ini  kan  berarti  kurang  efektif  apabila  lanjut  lagi.  mungkin  harus  dipikirkan  cara  lain  untuk
              menekan  kasus  Covid-19  ini.  Salah  satunya  dengan  diperkuat  di  lingkungan,  seperti  RT/RW
              untuk lebih mengawasi warganya dan PPKM ini kan menurut saya tidak efektifnya memerlukan
              tenaga dan biaya yang lumayan besar," jelasnya.

              Menurut  Dion,  efek  perpanjangan  PPKM  Darurat  justru  akan  membuat  masyarakat  semakin
              kesulitan.  Ia  menyebut,  masih  banyak  warga  yang  perlu  menyambung  hidup  dengan
              mengandalkan pemasukan harian.

              "Efeknya pasti akan lebih mempersulit kehidupan dari rakyat Indonesia. Karena segala sesuatu
              dibatasi,  tapi  perut  kan  tidak  bisa  dibatasi  kebutuhannya.  Itu  yang  membuat  kondisi  di
              masyarakat akan semakin sulit," paparnya.

              "Jadi lebih baik pemerintah mempertimbangkan atau mencari cara lain untuk menekan angka
              Covid ini agar bisa lebih menurun lagi," kata Dion menambahkan.

              Menko  PMK  Muhadjir  Effendy  sebelumnya  menyampaikan  bahwa  pemerintah  akan
              memperpanjang PPKM Darurat hingga akhir Juli. Hal ini karena kasus positif belum melandai.

              Pemerintah bakal mengumumkan nasib PPKM Darurat sore ini. Rencana itu dibuat menyusul
              masa berlaku PPKM Darurat yang akan berakhir esok hari.

              Demokrat Klaim Dirindukan Dunia PPKM Masih Longgar Serikat Buruh sektor tekstil, garment,
              sepatu, kulit (TGSL), menyebut ada inkonsistensi kebijakan PPKM Darurat. Sebab, masih banyak
              perusahaan di luar sektor esensial dan kritikal yang mewajibkan seluruh karyawan bekerja dari
              kantor atau work from office (WFO).



                                                           252
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258