Page 289 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 289
Penambahan anggaran tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan
kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 . Kendati demikian,
Fadli menilai kalau seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.
"Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,"
kata Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/7/2021).
Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa
dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain
itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam
bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.
"Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih
insentif nakes dan bayar utang rumah sakit," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai
Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta
orang.
Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja
dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.
Sri menuturkan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei
internal. Adapun harapannya penambahan anggarant tersebut bisa membantu masyarakat yang
sedang mencari kerja ataupun terkena PHK.
"Kami akan tambahkan Rp 10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah
2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp 30 triliun dengan total 8,4 juta," kata Sri
dalam konferensi pers secara virtual pada Sabtu (17/7/2021).
288

