Page 296 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 296

MENAKER IDA PAPARKAN SKEMA PENYELESAIAN ADUAN POSKO THR 2021

              JAKARTA - Sehari menjelang perayaan Idulfitri 1442 Hijriyah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
              Ida Fauziyah memaparkan skema penyelesaian terkait aduan dari posko THR Keagamaan 2021.

              Proses  penyelesaian  aduan  kata  Menaker  Ida,  nantinya  akan  dilakukan  pemeriksaan  oleh
              pengawas  ketenagakerjaan.  Setelah  itu  diberikan  nota  pemeriksaan  sebanyak  2  kali  dengan
              jangka waktu 30 hari.

              "Setelah itu baru bisa diberikan rekomendasi sanksi. Jadi kalau dihitung-hitung 3 sampai 14 hari
              dikali dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian, " kata Menaker Ida seraya memberikan apresiasi
              kepada para Kadisnaker yang bereaksi cepat untuk memproses secara cepat aduan, sehingga
              tak membutuhkan waktu hingga 30 hari, sesuai batas waktu maksimal.

              Menaker Ida menguraikan 350 dari 977 aduan yang diterima Posko THR 2021, sudah dikirim ke
              daerah untuk diatensi Disnaker di 21 provinsi. Sisanya akan dilanjutkan setelah perayaan Idulfitri
              1442 H besok.

              Perempuan kelahiran Mojokerto itu menambahkan, rencananya pekan pertama setelah Hari Raya
              Idulfitri, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan mengundang seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Tim Posko THR untuk melakukan evaluasi tindak
              lanjut.

              "Terutama menyangkut perkembangan tindak lanjut penanganan pengaduan oleh daerah dan
              merumuskan rencana tindak lanjut dan rekomendasi pengenaan sanksi, " katanya.

              Pada kesempatan tersebut Menaker Ida Fauziyah, juga mengundang beberapa Kepala Dinas DKI
              Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara untuk menyampaikan laporan terkait
              Posko THR Keagamaan 2021.
              Ida  Fauziah  sebelumnya  memberikan  penjelasan  perkembangan Posko Tunjangan  Hari  Raya
              (THR) Keagamaan 2021 secara virtual.

              Berdasarkan data yang terhimpun pada Posko THR Keagamaan 2021, melaporkan sejak 20 April
              hingga 12 Mei, tercatat 2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi THR dan 2.205 pengaduan
              THR.

              "Dari data tersebut setelah diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
              duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, maka diperoleh data aduan sejumlah
              977, " ujar Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (12/5).

              Politukus PKB itu juga mengungkapkan ada lima isu pengaduan yang dilaporkan masyarakat ke
              Posko  THR  2021.  Pertama,  THR  dibayar  dicicil  oleh  perusahaan.  Kedua,  THR  dibayarkan  50
              persen (20- 50 persen). Ketiga, THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji. Keempat,
              THR tidak dibayarkan 1 bulan gaji.

              "Dan kelima, THR tidak dibayar karena COVID-19," kata Menaker Ida.

              Selain  itu,  Ida  Fauziyah  menjelaskan  ada  lima  isu  besar  dalam  konsultasi  yang  dilaporkan
              masyarakat ke Posko THR 2021. Yakni, THR bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi
              pekerja yang selesai kontrak kerjanya, THR bagi pekerja yang dirumahkan, perhitungan THR
              Bagi Pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi.

              "Dan kelima, THR bagi pekerja yang berstatus hubungan Kemitraan (contohnya ojek dan taksi
              online), " katanya.



                                                           295
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301