Page 299 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 299
"Dari data tersebut setelah diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, maka diperoleh data aduan sejumlah
977," kata Ida dalam konferensi pers, Rabu, 12 Mei 2021.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Ia merinci
sebanyak 350 aduan yang diterima Posko THR 2021 sudah dikirim ke daerah untuk dialkukan
atensi Disnaker di 21 provinsi. Sementara sisanya akan dilanjutkan setelah perayaan Idulfitri
1442 H besok.Proses penyelesaian aduan tersebut kata Ida akan dilakukan pemeriksaan oleh
pengawas ketenagakerjaan. Setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak dua kali dengan
jangka waktu 30 hari.
"Setelah itu baru bisa diberikan rekomendasi sanksi. Jadi kalau dihitung-hitung tiga sampai 14
hari dikali dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian," tegasnya Ia menambahkan ada lima isu
besar dalam konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021, yaitu THR bagi pekerja
yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya, THR bagi pekerja
yang dirumahkan, perhitungan THR bagi pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi.
"Dan kelima, THR bagi pekerja yang berstatus hubungan Kemitraan (contohnya ojek dan taksi
online )," sebutnya.
Sedangkan untuk lima isu pengaduan yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021 adalah
THR dibayar dicicil oleh perusahaan, THR dibayarkan 50 persen, THR dibayar tidak penuh karena
ada pemotongan gaji. Keempat, THR tidak dibayarkan satu bulan gaji.
"Dan kelima, THR tidak dibayar karena covid-19," ucapnya.
Atas berbagai pengaduan tersebut, lanjut Menaker Ida, pemerintah melalui Kementerian
Ketenagakerjaan telah melakukan berbagai langkah. Mulai dari tahap memverifikasi dan
memvalidasi data dan informasi, dilanjutkan berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan instansi
terkait.
"Langkah berikutnya, menurunkan tim pengawas ketenagakerjaan, dan merumuskan
rekomendasi sanksi terhadap ketidakpatuhan," pungkasnya. (Des).
298

