Page 360 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 360

pengaduan sebanyak 683. Sedangkan pada 2021, totalnya ada 977 pengaduan," kata Ida dalam
              konferensi pers pada Rabu (12/5/2021).
              MENAKER SEBUT ADUAN SOAL THR 2021 LEBIH BANYAK DARI TAHUN LALU

              Jakarta  -   Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah,  mengungkapkan  jumlah
              pengaduan yang masuk Posko  THR  Kemenaker lebih banyak pada tahun ini daripada 2020.
              Kendati demikian, ia meyakini penyelesaiannya bisa lebih baik.

              "Kalau dilihat dari jumlah, tahun 2020 itu ada pengaduan sebanyak 683. Sedangkan pada 2021,
              totalnya ada 977 pengaduan," kata Ida dalam konferensi pers pada Rabu (12/5/2021).

              "Kalau dari kesigapan teman-teman Disnaker, saya optimis meskipun kasusnya lebih besar, saya
              berharap  penyelesaiannya  jauh  lebih  baik  dibandingkan  2020  seiring  dengan  semakin
              membaiknya ekonomi kita," sambungnya.
              Menurut  Ida,  jumlah  pengaduan    THR   yang  lebih  besar  pada  tahun  ini  disebabkan  adanya
              kebijakan pembayaran secara penuh dan tepat waktu, atau paling lama H-1 Lebaran 2021.

              Sementara  pada  2020,  ada  toleransi  sampai  akhir  tahun  karena  tekanan  pandemi  Covid-19.
              Sehingga para pengusaha memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pembayaran.

              Dari  total  683  pengaduan  pada  tahun  lalu,  75  persennya  telah  melaksanakan  pembayaran
              termasuk  yang  terlambat  bayar,  tertunda  dan menyepakati  sesuai  maupun  tidak  sesuai  dgn
              ketentuan  THR  .

              "25 persen yang tidak dibayarkan sesuai ketentuan terkait permasalahan perselisihan hubungan
              industrial," tuturnya.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, berdasarkan laporan posko THR keagamaan,
              sejak 20 April hingga 12 Mei tercatat 2.897 laporan. Laporan tersebut terdiri dari 692 konsultasi
              tentang THR dan 2.205 pengaduan THR.
              "Dari data tersebut setelah dilakukan verifiaksi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan
              data, juga melihat adanya duplikasi aduan makanya diperoleh data aduan sebanyak 977 aduan,"
              ujarnya, Jakarta, Rabu (12/5).

              Ida mengatakan, ada 5 topik besar aduan THR tahun ini. Pertama adalah THR bagi pekerja yang
              mengundurkan  diri.  Kedua,  THR  bagi  pekerja  yang  selesai  kontrak  kerja.  Ketiga,  THR  bagi
              pekerja yang dirumahkan.

              Keempat, perhitungan THR bagi pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi. Serta
              kemudian yang terakhir paling besar diadukan adalah THR bagi pekerja yang bersifat kemitraan,
              misalnya taksi online.

              Sementara  itu, keluhan aduan  yang  disampaikan  masyarakat  di  antaranya  adalah THR  yang
              dibayar  dicicil,  THR  hanya  diberikan  sebanyak  50  persen.  Lalu  THR  tidak  penuh  akibat
              pemotongan gaji, kemudian jumlahnya tidak dibayarkan 1 bulan gaji. Teakhir, THR tidak dibayar
              karena Covid-19.

              "Atas  pengaduan  tersebut,  pemerintah  mengambil  langkah  verifikasi  dan  validasi  data
              berkoordinasi dengan disnaker setempat dan instansi terkait," kata Ida.

              Reporter: Anggun P. Situmorang  Sumber: Merdeka.com  Kementerian Ketenagakerjaan sejak
              20 April hingga 10 Mei, berhasil mencatat ada 2.278 laporan ke Posko THR Keagamaan 2021
              Kemnaker. Jumlah tersebut terdiri dari 692 konsultasi THR dan 1586 pengaduan THR.


                                                           359
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365