Page 476 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 476

perusahaan lain. Hal ini menjelaskan ketidakmampuan Menaker menegakkan aturan tentang
              THR  ," ujar  Said Iqbal  , Selasa(11/5/2021).
              "Sudah mudik dilarang, TKA dibiarkan masuk melenggang kangkung ke Indonesia di tengah
              pandemi dan lip services atau hanya pemanis bibir tentang pembayaran  THR  ," imbuhnya.

              "KSPI  mendesak  pemerintah  bersikap  adil,  menegakkan  aturan,  dan  menunjukkan
              keberpihakannya terhadap kepentingan nasional para buruh lokal, bukan TKA," ujarnya.

              Situasi tersebut, lanjut  Said Iqbal  , diperparah dengan pembayaran  THR  yang jauh panggang
              dari api.

              Menurutnya pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah hanya sekedar lip service.

              Sementara sanksi yang akan diberikan kepada perusahaan yang tidak membayar THR sesuai
              ketentuan sejauh ini hanya retorika dari Menteri.

              Bagi buruh,  Said Iqbal  mengatakan datangnya TKA China dan India dengan menggunakan
              pesawat carteran di tengah pandemi adalah sebuah ironi yang menyakitkan dan menciderai rasa
              keadilan.

              Apalagi hal ini terjadi di saat jutaan pemudik yang menggunakan motor bisa dipastikan mereka
              adalah buruh dihadang di perbatasan-perbatasan kota.
              "Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan
              makannya, di saat sebagian dari mereka uang  THR  -nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,"
              tegasnya.

              Kedatangan TKA dari China dan India tersebut menegaskan fakta, bahwa omnibus law UU Cipta
              Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan bahwa pemerintah ingin memudahkan masuknya TKA
              China yang mengancam lapangan pekerjaan pekerja lokal.

              Padahal saat ini, rakyat Indonesia justru lebih membutuhkan pekerjaan, karena banyak yang
              kena PHK akibat pandemi.


              "Itulah  sesungguhnya  tujuan  omnibus  law.  Tadinya  TKA  yang  masuk  ke  Indonesia  harus
              mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, sehingga TKA tidak mungkin bisa masuk ke
              Indonesia kalau belum mendapat surat izin tertulis," ujar  Said Iqbal  .

              "Fakta hari ini menjelaskan, berdasarkan omnibus law TKA yang masuk ke Indonesia tidak perlu
              menunggu memegang surat izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, tetapi cukup si perusahaan
              pengguna TKA melaporkan rencana kedatangan TKA tersebut (RPTKA)," tambahnya.

              Akibatnya, jutaan buruh dilarang mudik bahkan disekat di perbatasan kota seperti warga kelas
              dua, tetapi TKA disambut sebagai warga kelas satu dengan alasan kebutuhan industri strategis.
              Padahal boleh jadi TKA China dan India yang masuk ke Indonesia tersebut adalah buruh kasar
              (unskill  workers)  yang  bekerja  di  industri-industri  konstruksi,  perdagangan,  baja,  tekstil,
              pertambangan  nikel,  dan  industri-industri  lain,  yang  semestinya  bisa  merekrut  buruh  lokal
              Indonesia.
              Said Iqbal mengaku heran, yang selalu membantah dan membela keberadaan para TKA China
              tersebut adalah para pejabat Republik Indonesia, bukan perusahaan pengguna TKA tersebut.

              Selain  itu  juga  tidak  pernah  dijelaskan,  di  perusahaan  mana  saja  (nama  PT-nya)  para  TKA
              tersebut bekerja.


                                                           475
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481