Page 532 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 532

Padahal  menurut  Said,  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6.HK.04/IV/2021  yang  dikeluarkan
              Kementerian Ketenagakerjaan sudah mengatur ketentuan pemberian THR itu.
              "Berdasarkan posko pengaduan THR yang dibentuk oleh KSPI, tercatat ada ratusan perusahaan
              yang tidak membayar THR sesuai dengan surat edaran Menaker tentang THR," jelasnya dalam
              keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (11/5/2021).

              "THR  harus  dibayar  paling  lambat  H-7,  dibayar  penuh,  tidak  dicicil,  dan  bilamana  ada
              permasalahan maka harus dibayar H-1 (sebelum Lebaran)," tutur Said.

              Ia menyebut perusahaan tersebut bergerak di bidang industri outsourcing PLN, tekstil, garmen,
              sepatu, makanan dan minuman.

              "Padahal  perusahaan  mampu  dan  masih  beroperasi.  Tetapi  sejauh  ini  tidak  ada  tindakan
              terhadap perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan ketentuan tersebut," kata dia.
              Said menegaskan agar pemerintah melalui Kemenaker dapat melakukan tindakan tegas pada
              perusahaan  yang  tidak  memberikan  THR  sesuai  ketentuan  yang  telah  ditetapkan  dala  SE
              Kemenaker itu.

              "KSPI mendesak pemerintah bersikap adil, menegakkan aturan dan menunjukan keberpihakanny
              pada kepentingan nasional para buruh lokal," imbuh dia.

              Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng mengatakan posko itu penting didirikan untuk
              memastikan masyarakat mendapatkan haknya jelang perayaan Iduk Fitri 1442 Hijriah.

              Robert  menyebut  jika  ada  kendala  tentang  pemberian  THR,  perusahaan  dapat  memutuskan
              sikapnya namun dengan terlebih dulu menjalin komunikasi dengan para buruhnya.

              "Dialog ini harus terbuka, egaliter, dan tidak ada proses tekan menekan," kata Robert, Rabu
              (5/5/2021)  Robert  juga  mendorong  agar  Dinas  Ketenagakerjaan  di  provinsi  meningkatkan
              pengawasan pada perusahaan-perusahaan di wilayahnya agar patuh pada aturan yang berlaku.






































                                                           531
   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537