Page 536 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 536

Oleh  karena  itu,  Kementerian  Ketenagakerjaan  berencana  akan  segera  membuka  Kembali
              penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, khususnya ke Taiwan. Pembukaan
              penempatan  akan  memperhatikan  angka  kasus  Covid-19  di  Indonesia  maupun  di  negara
              penempatan.

              Salah satu syarat penempatan Kembali ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus Covid-19 di
              Indonesia di bawah angka 5.000 orang per hari selama seminggu berturut-turut.

              "Pemerintah  sangat  serius  dan  terus  bekerja  keras  menurunkan  angka  penularan  Covid-19.
              Alhamdulillah pada 9 Mei kemaren, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru Covid-
              19. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
              Kembali,"katanya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (11/5).

              Politikus  PKB  itu  menjelaskan,  ketentuan  pembukaan  penempatan  PMI  ke  Taiwan  tersebut
              berdasarkan pada pertemuan MoL Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).

              Selain angka penambahan kasus, untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan, Pemerintah
              Indonesia  juga  telah  melakukan  langkah-langkah  pembaharuan  SOP  Penempatan  PMI  pada
              Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat di antaranya penerapan protocol
              Kesehatan secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.

              "Apabila  kondisi  yang  dipersyaratkan  Taiwan  telah  terpenuhi,  maka  Kemnaker  akan  segera
              menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
              PMI ke Taiwan," terang Ida Fauziyah.

              Saat ini, lanjut Fauziah, pemerintah sedang mempersiapkan rencana pembukaan penempatan
              tersebut.

              Ida telah meminta pihak-pihak terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk
              mempersiapkan diri sesuai dengan SOP.

              Perempuan kelahiran Mojokerto itu pun menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak
              menjalankan SOP dengan baik.

              "Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
              dalam  SOP  tersebut,  termasuk  BLKLN  yang  tidak  disiplin  dan  tidak  mentaati  SOP  pada  saat
              melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," ujar Ida Fauziyah .

              (jpnn)


























                                                           535
   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540   541