Page 541 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 541

Ringkasan

              Larangan mudik yang mengakibatkan puluhan juta buruh tidak bisa pulang ke kampung halaman
              masing-masing dinilai sebuah ironi. Sebab, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan India justru
              diperbolehkan masuk ke Indonesia bahkan dengan mencarter pesawat. Demikian disampaikan
              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dilansir Kantor Berita Politik
              RMOL, Selasa (11/5).



              BURUH DIBERI JALAN BECEK, TKA DIBERI KARPET MERAH

              Larangan mudik yang mengakibatkan puluhan juta buruh tidak bisa pulang ke kampung halaman
              masing-masing dinilai sebuah ironi. Sebab, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan India justru
              diperbolehkan masuk ke Indonesia bahkan dengan mencarter pesawat.
              Demikian disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dilansir
              Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/5).

              "Ironi. Ibaratnya buruh dikasih jalan tanah yang becek, tetapi TKA diberi karpet merah dengan
              penyambutan yang gegap gempita atas nama industri strategis," kata Said Iqbal.

              Situasi ini, kata Said Iqbal, diperparah dengan pembayaran THR yang jauh panggang dari api.
              Menurutnya, pernyataan Menteri Tenaga Kerja hanya lip services semata. Sementara sanksi yang
              akan diberikan kepada perusahaan yang tidak membayar THR sesuai ketentuan sejauh ini pun
              sebatas retorika belaka.

              Iqbal mengatakan, bagi buruh, datangnya TKA China dan India dengan menggunakan pesawat
              carteran di tengah pandemi adalah sebuah ironi yang menyakitkan dan menciderai rasa keadilan.
              Apalagi terjadi di saat jutaan pemudik yang menggunakan motor (bisa dipastikan mereka adalah
              buruh) dihadang di perbatasan-perbatasan kota.

              "Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan
              makannya, di saat sebagian dari mereka uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,"
              tegasnya.

              Menurut  Iqbal,  kedatangan  TKA  dari  China  dan  India  tersebut  menegaskan  fakta,  bahwa
              omnibus  law  UU  Cipta  Kerja  khususnya  klaster  ketenagakerjaan  bahwa  pemerintah  ingin
              memudahkan masuknya TKA China yang mengancam lapangan pekerjaan pekerja lokal. Padahal
              saat ini, rakyat Indonesia justru lebih membutuhkan pekerjaan, karena banyak yang ter-PHK
              akibat pandemi.

              "Itulah  sesungguhnya  tujuan  omnibus  law.  Tadinya  TKA  yang  masuk  ke  Indonesia  harus
              mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, sehingga TKA tidak mungkin bisa masuk ke
              Indonesia kalau belum mendapat surat izin tertulis," ujar Said Iqbal.

              "Fakta hari ini menjelaskan, berdasarkan omnibus law TKA yang masuk ke Indonesia tidak perlu
              menunggu memegang surat izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, tetapi cukup si perusahaan
              pengguna TKA melaporkan rencana kedatangan TKA tersebut (RPTKA)," sambungnya.

              Akibatnya,  kata  dia,  jutaan  buruh  dilarang  mudik  bahkan  disekat  di  perbatasan  kota  seperti
              warga  kelas  dua,  tetapi  TKA  disambut  sebagai  warga  kelas  satu  dengan  alasan  kebutuhan
              industri strategis. Padahal boleh jadi TKA China dan India yang masuk ke Indonesia tersebut
              adalah buruh kasar (unskill workers) yang bekerja di industri-industri konstruksi, perdagangan,
              baja, tekstil, pertambangan nikel, dan industri-industri lain, yang semestinya bisa merekrut buruh
              lokal Indonesia.

                                                           540
   536   537   538   539   540   541   542   543   544   545   546