Page 566 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 566
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Ministry
of Labour (MoL) Taiwan tentang rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan. Pembukaan
penempatan PMI ke Taiwan tersebut berdasarkan pertemuan MoL Taiwan dengan (CECC).
Salah satu syarat penempatan Kembali ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus Covid-19 di
Indonesia di bawah angka 5.000 orang per hari selama seminggu berturut-turut. Sementara, Ida
mengatakan pemerintah Indonesia serius dan terus menurunkan penularan Covid-19, dan saat
ini pun angkanya sudah mengalami penurunan.
"Alhamdulillah pada 9 Mei kemarin, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru Covid-
19. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
Kembali," Kata Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).
Tak hanya menurunkan angka penambahan kasus, supaya PMI kembali dapat ditempatkan ke
Taiwan, pemerintah juga melakukan langkah-langkah pembaharuan SOP Penempatan PMI pada
Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat di antaranya penerapan protokol
Kesehatan secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemenaker akan segera
menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," kata Ida.
Ida juga telah meminta pihak-pihak terkait, seperti jajaran Kemenaker, P3MI, dan asosiasi P3MI
untuk mempersiapkan diri sesuai dengan SOP sebagai bagian dari rencana pembukaan
penempatan ini. Ia pun menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak menjalankan
SOP dengan baik.
"Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak mentaati SOP pada saat
melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," kata Ida.
565

