Page 564 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 564

"Berdasarkan  posko  pengaduan  THR  yang  dibentuk  oleh  KSPI,  tercatat  bahwa  ada  ratusan
              perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan surat edaran Menaker tentang THR," jelas
              Said Iqbal dikutip dari siaran persnya, Selasa (11/5/2021).

              Dia mengungkapkan ratusan perusahan yang tak mematuhi ketentuan Menaker itu tersebar di
              berbagai  daerah.  Mulai  dari,  Jakarta,  Tangerang,  Karawang,  Cirebon,  Batam,  Banjarmasin,
              Medan, Deli Serdang, Boyolali, Brebes, Pekalongan, Makasar, hingga Sumbawa.

              Said  mengatakan  perusahaan  tersebut  bergerak  di  sektor  industri  outsourcing  PLN,  tekstil,
              garmen, sepatu, makanan dan minuman, serta industri padat karya lainnya.

              Menurut dia, perusahaan-perusahaan ini sebenarnya masih beroperasi dan mampu membayar
              THR kepada pegawainya.

              Sayangkan Pemerintah Tidak Tegas Said menyayangkan sikap pemerintah yang tidak melakukan
              tindakan  tegas  terhadap  perusahan  tak  mematuhi  aturan  pembayaran  THR.  KSPI  mendesak
              pemerintah bersikap adil dan memperhatikan kebutuhan para buruh lokal.

              "Sejauh ini tidak ada tindakan terhadap perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan
              ketentuan tersebut," ujarnya.

              "KSPI  mendesak  pemerintah  bersikap  adil,  menegakkan  aturan,  dan  menunjukkan
              keberpihakannya terhadap kepentingan nasional para buruh lokal, bukan TKA," sambung Said.

              Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran yang mewajibkan pembayaran
              THR secara penuh dengan paling lambat disalurkan H-7 sebelum Lebaran.

              Bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  COVID-19  harus  melakukan  dialog  dengan  pekerja
              berdasarkan  laporan  keuangan  yang  transparan  untuk  mencapai  kesepakatan.  Dispensasi
              pembayaran  bagi  perusahaan  terdampak  pandemi  sendiri  adalah  sehari  sebelum  Idul  Fitri.
              (ds/sumber Liputan6.com).






































                                                           563
   559   560   561   562   563   564   565   566   567   568   569