Page 560 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 560
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, Kemnaker akan segera
menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," ujar Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Mei 2021.
Ida menjelaskan, kebijakan pengiriman pekerja migran akan dibuka saat Indonesia bisa
menekan angka penularan virus corona. Ia mengklaim kasus Covid-19 di dalam negeri terus
menurun sehingga rencana tersebut dapat segera terealisasi.
Adapun salah satu syarat penempatan kembali PMI ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus
virus corona di Indonesia di bawah 5.000 orang per hari selama sepakan berturut-turut. Per 9
Mei, Ida mengatakan jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah melorot menjadi 3.922.
Meski demikian, pembukaan penempatan pekerja migran juga akan memperhatikan angka kasus
Covid-19 di negara penempatan. Selain angka penambahan kasus, untuk dapat menempatkan
kembali PMI ke Taiwan, Pemerintah Indonesia telah melakukan langkah-langkah pembaharuan
standar operasional prosedur atau SOP di masa kenormalan baru. SOP ini memuat penerapan
protokol kesehatan secara ketat sebelum calon PMI berangkat ke luar negeri.
Untuk mempersiapkan rencana pembukaan penempatan pekerja migran ini, Ida meminta pihak-
pihak terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI mempersiapkan diri sesuai
dengan SOP yang berlaku. "Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan
penempatan sebagaimana diatur dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan
tidak mentaati SOP pada saat melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri,"
katanya.
559

