Page 556 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 556
KASUS COVID TURUN, MENAKER AKAN BUKA KEMBALI PENEMPATAN PMI KE
TAIWAN
Kementerian Ketenagakerjaan berencana segera membuka kembali penempatan Pekerja Migran
Indonesia (PMI) ke luar negeri, khususnya ke Taiwan. Hal ini akan dilakukan dengan
memperhatikan angka kasus COVID-19 di Indonesia maupun di negara penempatan.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengungkap pihaknya telah menerima surat dari Ministry
of Labour (MoL) Taiwan tentang rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan. Adapun salah
satu syarat penempatan kembali ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus COVID-19 di
Indonesia di bawah angka 5.000 orang/hari selama seminggu berturut-turut.
"Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan COVID-19.
Alhamdulillah pada 9 Mei kemarin, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru COVID-
19. Jika angka ini dapat terus kita tekan maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
kembali," kata Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).
Lebih lanjut, Ida menjelaskan ketentuan pembukaan penempatan PMI ke Taiwan ini didasarkan
pada pertemuan MoL Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).
Ia menyebutkan Pemerintah Indonesia tak hanya mencegah angka penambahan kasus. Akan
tetapi juga telah melakukan langkah-langkah pembaharuan SOP Penempatan PMI pada Masa
Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan untuk dapat menempatkan kembali PMI ke negara tersebut.
Adapun SOP ini memuat sejumlah poin salah satunya penerapan protokol kesehatan secara ketat
sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemnaker akan segera
menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," terangnya.
Sebagai persiapan rencana ini, Ida juga meminta pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan diri
sesuai dengan SOP. Adapun pihak yang dimaksud antara lain jajaran Kemnaker, P3MI, serta
asosiasi P3MI. Ia menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak menjalankan SOP
dengan baik.
"Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak menaati SOP pada saat
melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," tegasnya.
555

