Page 558 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 558

"Pemulangan PMI yang habis masa perjanjian kerjanya diprediksi 24.215 PMI pada bulan April
              dan 25.467 PMI pada bulan Mei," kata Airlangga Hartarto dikutip dari Antara, Selasa (11/5/2021).
              Dikatakan Airlangga bahwa hal ini perlu diantisipasi penanganan kedatangannya, yaitu dilakukan
              penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan melakukan karantina selama 5 hari di daerah
              kedatangan serta dilakukan PCR-test kepada masing-masing orang.

              Berdasarkan hasil testing sejauh ini menunjukkan kasus positif COVID-19 cukup tinggi sehingga
              perlu antisipasi kenaikan kasus yang terjadi di daerah pemasukan PMI .

              Ia mencontohkan terdapat permasalahan di Sumatera Utara, Riau (Dumai), Kepulauan Riau,
              Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat terkait dengan kebutuhan tempat untuk karantina dan
              perawatan bagi PMI yang positif.

              "Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menambahkan kapasitas tempat tidur untuk
              menampung PMI, misalnya RS Pertamina Dumai," kata Airlangga.

              Sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 10 Tahun 2021, kata Airlangga, pelaksanaan koordinasi
              oleh pemerintah daerah (pemda) dengan Satgas COVID-19.

              Pelaksanaan itu dikoordinasikan oleh panglima kodam (pangdam) di wilayah DKI Jakarta, Jawa
              Barat,  Jawa  Tengah,  Jawa  Timur,  Sumatera  Utara,  Nusa  Tenggara  Barat,  Kepulauan  Riau,
              Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta pekerja, buruh swasta dan Pekerja
              Migran Indonesia (PMI) agar tidak melakukan mudik lebaran tahun ini.

              Tidak  mudik  Lebaran  demi  mencegah  dan  memutus  mata  rantai  Covid-19  yang  berpotensi
              meningkat karena mobilitas masyarakat, khususnya pekerja/buruh swasta dan PMI.

              Imbauan Menaker Ida tersebut tertuang melalui Surat Edaran (SE) Nomor M/7/HK.04/IV/2021
              tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah bagi Pekerja/Buruh
              dan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  dalam  Upaya  Pengendalian  Penyebaran  Corona  Virus
              Disease 2019 (Covid-19).

              "Mengimbau  kepada  Pekerja/Buruh  swasta  dan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  untuk  tidak
              melakukan perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada tanggal 6 Mei sampai
              dengan 17 Mei 2021," kata Menaker Ida, Minggu (18/4/2021).

              Surat Edaran ini ditujukan kepada Gubernur di Seluruh Indonesia, Kepala Perwakilan Republik
              Indonesia,  Kepala  Badan  Pekerja  Migran  Indonesia,  dan  Penanggung  Jawab  Perusahaan
              Penempataan Pekerja Migran Indonesia.

              Penerbitan SE ini dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai Covid-19 yang berpotensi
              meningkat karena mobilitas masyarakat, khususnya pekerja/buruh swasta dan PMI.

              Selain itu, surat edaran tersebut juga merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Satuan Tugas
              Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari
              Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease
              2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.









                                                           557
   553   554   555   556   557   558   559   560   561   562   563