Page 617 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 617
Anggoro di sela acara Sosialisasi dan Dialog Jamsostek) dengan Tenaga Kerja Bongkar Muat
(TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok bersama dengan Menaker, Senin (10/5), di Pelabuhan Tanjung
Priok, mengatakan bantuan beasiswa diberikan bagi anak ahli waris peserta yang terkena risiko
kerja dan mengakibatkannya meninggal dunia atau pun cacat total tetap.
Risiko kerja yang dimaksud, antara lain meninggal dunia normal dan kecelakaan kerja yang
mengakibatkan meninggal dunia atau cacat total tetap.
Dirut BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo (kiri) menyaksikan Menaker Ida Fauziah (kanan)
menyerahkan paket sembako secara simbolis untuk tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Tanjung
Priok, Jakarta, Senin (10/5/2021). HO-BPJAMSOSTEK) Dituntaskan Anggoro berjanji baha
beasiswa yang diberikan sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2021 --yang jauh lebih baik daripada
aturan sebelumnya-- akan dituntaskan sebelum Idul Fitri 1442 Hijriah.
Total 10.451 anak yang sudah menerima bantuan beasiswa dari BPJAMSOSTEK yang tersebar di
seluruh penjuru Indonesia. Sesuai dengan komitmennya, pemberian beasiswa tuntas pada pekan
pertama atau 5 Mei 2021.
Momentum sosialisasi di Tanjung Priok itu juga dijadikan pemberian informasi ke publik bahwa
misi sudah diselesaikan.
Pada April lalu, Menaker Ida menyerahkan secara simbolis ke anak ahli waris di 33 provinsi dan
mewanti-wanti BPJAMSOSTEK memberikan sisanya kepada semua anak ahli waris yang berhak.
Kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia segera bergerak mengidentifikasi dan
mendata, lalu menyerahkan beasiswa kepada anak-anak yang berhak Hal itu, menurut Anggoro,
wujud komitmen seluruh insan BPJAMSOSTEK dalam memberikan pelayanan yang cepat dan
kepastian manfaat kepada seluruh peserta dan keluarganya Diakuinya,.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan tempat orang
ahli waris bekerja dan melakukan konfirmasi ulang agar data yang diterima akurat.
Di sisi lain, pandemi COVID-19 membatasi tim BPJAMSOSTEK di lapangan dalam melakukan
proses konfirmasi, sedangkan jarak tempat tinggal ahli waris menjadi kendala tersendiri.
Selain itu, kegiatan belajar mengajar sekolah yang dihentikan sementara waktu juga cukup
menyulitkan calon penerima beasiswa dalam melengkapi syarat administratif, seperti nilai rapor,
yang kemudian oleh BPJAMSOSTEK diberi dispensasi untuk dapat dilengkapi di kemudian hari.
Untuk memudahkan para penerima beasiswa ke depan dan meminimalisasi potensi perubahan
data, seperti nomor telepon atau alamat email, maka setiap awal tahun akan dilakukan
konfirmasi ulang data penerima dan keluarganya.
Hal tersebut perlu dilakukan mengingat bantuan beasiswa ini diberikan secara tahunan, selama
anak tersebut masih menempuh masa pendidikan dalam waktu yang ditentukan sampai yang
bersangkutan menyelesaikan jenjang strata 1 atau telah menikah atau bekerja dengan total
bantuan beasiswa sebesar Rp174 juta untuk dua anak.
Peduli Pemerintah, kata Ida, sangat peduli dalam menyediakan jaminan sosial ketenagakerjaan
yang maksimal, seperti perluasan manfaat program yaitu beasiswa bagi anak pekerja yang
terkena risiko meninggal dunia atau kecelakaan kerja yang mengakibatkan cacat total tetap.
Dia mengajak pekerja, baik formal maupun informal, agar sadar akan pentingnya Jamsostek,
khususnya pekerja informal yang masih memerlukan perhatian khusus.
616

