Page 615 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 615
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya telah menerima surat dari Ministry
of Labour (MoL) Taiwan tentang rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan.
Salah satu syarat penempatan Kembali ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus Covid-19 di
Indonesia di bawah angka 5.000 orang/hari selama seminggu berturut-turut.
"Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan Covid-19.
Alhamdulillah pada 9 Mei kemaren, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru Covid-
19. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
Kembali," kata Menaker Ida melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker hari Selasa (11/5).
Menaker Ida menjelaskan, ketentuan pembukaan penempatan PMI ke Taiwan tersebut
berdasarkan pada pertemuan MoL Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).
Selain angka penambahan kasus, untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan, Pemerintah
Indonesia juga telah melakukan langkah-langkah pembaharuan SOP Penempatan PMI pada
Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat di antaranya penerapan protocol
Kesehatan secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemnaker akan segera
menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," terang Ida Fauziyah.
Politikus PKB itu mempersiapkan rencana pembukaan penempatan ini.
Ida telah meminta pihak-pihak terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk
mempersiapkan diri sesuai dengan SOP.
Perempuan kelahiran Mojokerto itu pun menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak
menjalankan SOP dengan baik.
"Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak mentaati SOP pada saat
melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," tegasnya.
(jpnn)
614

