Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 102

Posko Tunjangan THR Keagamaan 2021 Kemnaker mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk di
              Posko THR selama kurun waktu 20 April-6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi
              THR dan 899 pengaduan THR.

              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Pengawasan  Ketenagakerjaan  dan  Keselamatan  dan  Kesehatan
              Kerja (Binwasnaker & K3) Kemnaker Haiyani Rumondang mengatakan, pemanggilan Kadisnaker
              se-Indonesia dilakukan secara virtual pada Jumat (7/5).

              Dia menegaskan Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator Hubungan Industri memiliki tugas
              penting  dalam  pembinaan  dan  pengawasan  untuk  memastikan  pembayaran  THR  kepada
              pekerja/buruh.

              Menurut  Haiyani,  tugas  mediator  mendorong  agar  dialog  secara  kekeluargaan  dengan
              perusahaan dapat mencapai kata sepakat pada waktu yang ditetapkan dan jumlah THR yang
              dibayarkan. Sedangkan Pengawas memberikan peringatan dan memastikan penegakan hukum
              berupa sanksi administrasi apabila THR tidak dibayarkan.
              "Dengan  demikian  pengawas  dan  mediator  dapat  ikut  andil berperan  aktif  dalam  meningkat
              pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Haiyani dalam keterangan resmi, Minggu (9/5).

              Haiyani  menjelaskan  dalam  hal  THR  Keagamaan  tidak  dibayar  sesuai  kesepakatan  dan/atau
              kesepakatan  pembayaran  THR  di  bawah  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,  maka
              Pengawas  Ketenagakerjaan  akan  melakukan  penegakan  hukum  berupa  pengenaan  sanksi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              Sanksi administratif tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
              Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan Pasal 9 ayat (1) dan (2).

              Sedangkan bagi pengusaha yang tidak membayar THR Keagamaan, dikenai sanksi administratif
              berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian  sementara  sebagian  atau
              seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

              "Pengenaan  sanksi  administratif  tidak  menghilangkan  kewajiban  Pengusaha  atas  denda
              keterlambatan  membayar  THR  Keagamaan  sebagaimana  diatur  dalam  peraturan  perundang-
              undangan," lanjut Haiyani.

              Secara umum, kebijakan Hari Belanja Online Nasional serta pemberian THR swasta dan PNS
              diperkirakan akan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021
              mendatang.

              Menurutnya,  pemberian  THR  ini  akan  akan  mendorong  konsumsi  di  tingkat  masyarakat.
              Sekalipun pemerintah melakukan larangan mudik pada Lebaran tahun ini, namun pekerja/buruh
              bisa mengirim kepada orang tua atau saudara.
              "Pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik dan semoga pembayaran THR melalui konsumsi
              rumah tangga dan daya beli masyarakat dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kuartal
              II 2021 sesuai target pemerintah," ujarnya.

              Haiyani menilai momentum lebaran mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi yang
              lebih  besar.  Terlebih  konsumsi  masyarakat  masih  menjadi  penyumbang  terbesar  bagi  laju
              perekonomian.

              "Artinya  semakin  banyak  THR  yang  diterima,  semakin  banyak  juga  konsumsi  yang  akan
              dibelanjakan," kata Haiyani.




                                                           101
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107