Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 103
Judul Distransnakerkop dan UKM Gumas belum terima laporan perusahaan
tidak bayar THR
Nama Media kalteng.antaranews.com
Newstrend Posko THR 2021
Halaman/URL https://kalteng.antaranews.com/berita/476174/distransnakerkop-dan-
ukm-gumas-belum-terima-laporan-perusahaan-tidak-bayar-thr
Jurnalis Admin Kalteng
Tanggal 2021-05-09 14:40:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas Transmigrasi,
Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Mira Triyuli
mengatakan, pihaknya membuka posko pengaduan terkait pembayaran tunjangan hari raya
(THR) keagamaan 2021. Sejak dibukanya posko pada Senin (3/5), pihaknya belum menerima
laporan terkait adanya perusahaan yang beroperasi di kabupaten setempat yang tidak membayar
THR kepada pekerja/buruh, kata Mira saat dihubungi dari Kuala Kurun, Minggu.
DISTRANSNAKERKOP DAN UKM GUMAS BELUM TERIMA LAPORAN PERUSAHAAN
TIDAK BAYAR THR
Kuala Kurun - Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas
Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Mira
Triyuli mengatakan, pihaknya membuka posko pengaduan terkait pembayaran tunjangan hari
raya (THR) keagamaan 2021.
Sejak dibukanya posko pada Senin (3/5), pihaknya belum menerima laporan terkait adanya
perusahaan yang beroperasi di kabupaten setempat yang tidak membayar THR kepada
pekerja/buruh, kata Mira saat dihubungi dari Kuala Kurun, Minggu.
"Posko pengaduan terkait THR keagamaan 2021 dibuka sejak Senin (3/5). Hingga Sabtu (8/5),
kami belum menerima laporan adanya perusahaan swasta atau BUMN yang belum membayar
THR kepada pekerja/buruh," ucapnya.
Sebelumnya, tutur dia, pemerintah kabupaten telah menyurati perusahaan swasta dan BUMN
yang ada di Gumas agar menjalankan kewajibannya yakni memberi THR keagamaan 2021 bagi
buruh/pekerja.
THR keagamaan wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada buruh/pekerja, paling lama tujuh
hari sebelum hari raya keagamaan tiba. Hal itu juga sesuai dengan Surat Edaran Menaker RI
102

