Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 112
BENAHI PROSES PENCAIRAN THR 2021, KEMNAKER TEGASKAN PERAN PENTING
PENGAWAS KETENAGAKERJAAN DAN MEDIATOR HI
- Guna membenahi permasalahan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2021, Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan
mengumpulkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) provinsi di seluruh Indonesia, Jumat
(7/5/2021).
Adapun seluruh rangkaian pertemuan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dalam
kegiatan "Webinar Sinergitas dan Kolaborasi Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator
Hubungan Industrial dalam Penanganan Permasalahan THR 2021".
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pengawasan Ketenegakerjaan,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Kemnaker Haiyani Rumondang
menegaskan, penting bagi Pengawas Ketenagakerjaan serta Mediator Hubungan Industrial (HI)
untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terkait pembayaran THR kepada pekerja
atau buruh.
"Dengan demikian, pengawas dan mediator dapat ikut andil berperan aktif dalam meningkat
pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Haiyani melalui rilis yang diterima Kompas.com, Minggu.
Adapun kesepakatan terkait waktu pencairan dan jumlah THR dilakukan secara kekeluargaan
oleh Mediator HI. Sementara itu, proses penegakan hukum berupa sanksi administratif dan
peringatan akan disampaikan langsung oleh Pengawas Ketenagakerjaan.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
Pasal 9 ayat 1 dan 2, sanksi yang diberikan kepada pengusaha dapat berupa teguran tertulis,
pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan
pembekuan kegiatan usaha.
"Pengenaan sanksi administratif tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atas denda
keterlambatan membayar THR Keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-
undangan," lanjut Haiyani.
Dorong pertumbuhan ekonomi Meski pemerintah kembali memberlakukan larangan mudik di
tahun ini, Haiyani menyebut, dana THR yang diberikan dapat dimanfaatkan kembali oleh
masyarakat. Salah satunya dengan mengirimkannya kepada orangtua dan saudara. Bisa juga
dengan cara dibelanjakan kembali untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
"Semakin banyak THR yang diterima, semakin banyak juga konsumsi yang akan dibelanjakan, "
ujar Haiyani.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi melalui THR, kebijakan lain juga dilakukan pemerintah
melalui kebijakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Melalui kedua program tersebut,
diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal dua kian meningkat.
"Semoga pembayaran THR melalui konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat dapat
mempercepat pertumbuhan ekonomi di kuartal dua tahun 2021 sesuai target pemerintah, " kata
Haiyani.
111

