Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 129

MEDIATOR HI PUNYA TUGAS PENTING MEMBINA, MENGAWASI, KEPASTIAN
              PEMBAYARAN THR
              JAKARTA: Pengawas ketenagakerjaan dan Mediator HI memiliki tugas penting dalam pembinaan
              dan  pengawasan  untuk  memastikan  pembayaran  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  kepada
              pekerja/buruh.

              Hal  itu  dikemukakan  Direktur  Jenderal  Pembinaan  Pengawasan  Ketenegakaerjaan  dan
              Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binawasnaker & K3) Kemnaker, Haiyani Rumondang, kepada
              Kadisnaker  provinsi  seluruh  Indonesia  dalam  kegiatan  "Webinar  Sinergitas  dan  Kolaborasi
              Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator Hubungan Industrial dalam Penanganan Permasalahan
              THR 2021", melalui zoom meeting, dari Jakarta, Jumat (7/5/2021).

              Menurut dia, tugas Mediator mendorong agar dialog secara kekeluargaan dengan perusahaan
              dapat mencapai kata sepakat pada waktu yang ditetapkan dan jumlah THR yang dibayarkan.
              Sedangkan,  Pengawas  memberikan  peringatan  dan  memastikan  penegakan  hukum  berupa
              sanksi administrasi apabila THR tidak dibayarkan.

              "Dengan  demikian  Pengawas  dan  Mediator  dapat  ikut  andil  berperan  aktif  dalam  meningkat
              pertumbuhan ekonomi Indonesia, " tutur Haiyani Rumondang.

              Dia  menjelaskan,  dalam  hal  THR  Keagamaan  tidak  dibayar  sesuai  kesepakatan  dan/atau
              kesepakatan  pembayaran  THR  di  bawah  ketentuan  peraturan  perundang-undangan.  Maka,
              Pengawas  Ketenagakerjaan  akan  melakukan  penegakan  hukum  berupa  pengenaan  sanksi
              pelaksanaan pembayaran THR, sesuai ketentuan peraturan perundangan.

              Sanksi  administratif  itu  sesuai  dengan  ketentuan  Peraturan  Pemerintah  Republik  Indonesia
              Nomor  36  Tahun  2021  Tentang  Pengupahan  Pasal  9  ayat  (1)  dan  (2).  Sedangkan,  bagi
              Pengusaha yang tidak membayar THR Keagamaan, dikenai sanksi administratif berupa teguran
              tertulis;  pembatasan  kegiatan  usaha;  penghentian  sementara  sebagian  atau  seluruh  alat
              produksi; serta pembekuan kegiatan usaha.

              "Pengenaan  sanksi  administratif  tidak  menghilangkan  kewajiban  Pengusaha  atas  denda
              keterlambatan  membayar  THR  Keagamaan  sebagaimana  diatur  dalam  peraturan  perundang-
              undangan," lanjut Haiyani.
              Secara  umum,  kebijakan  Harbolnas  (Hari  Belanja  Online  Nasional),  THR  swasta,  serta  PNS,
              diperkirakan akan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021
              mendatang.  Haiyani  menyatakan,  pemberian  THR  ini  akan  mendorong  konsumsi  di  tingkat
              masyarakat.

              Sekalipun pemerintah melakukan larangan mudik pada Lebaran tahun ini, namun pekerja/buruh
              bisa mengirim kepada orang tua atau saudara, "Pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik
              dan semoga pembayaran THR melalui konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat dapat
              mempercepat  pertumbuhan  ekonomi  di  kuartal  II  thn  2021  sesuai  target  pemerintah,"
              terangnya.

              Dia menilai momentum lebaran mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi yang lebih
              besar.  Terlebih  konsumsi  masyarakat  masih  menjadi  penyumbang  terbesar  bagi  laju
              perekonomian.

              "Artinya  semakin  banyak  THR  yang  diterima,  semakin  banyak  juga  konsumsi  yang  akan
              dibelanjakan," ungkapnya ***.




                                                           128
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134