Page 311 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 311
THR ke rekening karyawan sesuai kesepakatan 30% sebelum Lebaran dan sisanya 40% dicicil
setelah Lebaran.
Penjelasan itu disampaikan Pelaksana Tligas (Plt.) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen,
Joko Suratno, saat dihubungi Espos, Jumat (7/5/2021). Joko menjelaskan akhirnya pada Jumat
ada kesepakatan mayoritas karyawan yang tergabung pada salah satu serikat pekerja di PT
DMST 11 Sragen. Dia menyampaikan di perusahaan tekstil itu ada dua serikat pekerja. Dia
menyebut serikat pekerja yang dominan anggotanya 720 orang karyawan dan serikat pekerja
lainnya anggotanya 160 orang.
"Nah, yang serikat pekerja dominan ini menerima tawaran dari perusahaan yang memberi THR
sebesar 70%. Antara perusahaan dan serikat pekerja dominan itu sudah membuat surat
kesepakatan bersama. Untuk THR sebesar 30% sudah ditransfer ke rekening masing-masing
karyawan mulai Jumat. Nanti sisanya yang 40% dicicil setelah Lebaran pada setiap bulannya
sampai Agustus atau September," katanya.
Joko melanjutkan untuk serikat pekerja yang minoritas dengan anggota 160 orang itu kukuh
menuntut THR dibayarkan 100% atau satu kali gaji dan tidak diangsur. Sedangkan dari
perusahaan hanya sanggup memberi 70% THR dengan cara dicicil. "Untuk serikat pekerja yang
satu ini belum ada kesepakatan. Namun dari perusahaan sudah beriktikad baik. Entah ada
kesepakatan atau tidak, perusahaan berbaik hati tetap mentransfer 30% THR ke rekening 160
karyawan yang belum bersepakat itu," jelasnya.
Joko menerangkan sesuai dengan wewenang Disnaker Sragen hanya memfasilitasi dan
mengondisikan supaya terjadi kesepakatan. Dia menerangkan karena belum ada kesepakatan
maka Disnaker Sragen pada Jumat melaporkan perkembangannya ke Satuan Pengawasan
Ketenagakerjaan di bawah Disnaker Provinsi Jawa Tengah. Joko menjelaskan kalau dulu ada unit
pengawas tenaga kerja di tingkat kabupaten tetapi dengan adanya undang-undang baru
wewenang pengawasan itu diambil alih provinsi.
Ketua DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Sragen, Joko Supriyanto, mengatakan
untuk tindak lanjut persoalan THR di PT DMST II akan dibahas secara internal antara serikat
pekerja dengan pengurus SBSI 1992 di Sragen.
310

