Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 4
Lebih lanjut Arman menerangkan, kondisi saat ini serupa dengan tahun lalu. Yakni nihil konsultasi
perusahaan maupun adugan dari tenaga kerja. Itu juga menandai 935 perusahaan, yang terdiri
dari 60 perusahaan besar dan sisanya perusahaan kecil, patuh dengan aturan ketenagakerjaan.
Yaitu Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/6/HK.04/ IV/2021 tentang
Pemberian THR Keagamaan 2021 bagi pekerja di perusahaan.
Dalam aturan tersebut THR wajib diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Itu bagi
yang tidak terdampak pandemi. Sedangkan yangter-dampak diberi kelonggaran pembayaran
THR sampai H-1 hari raya. "Sampai saat tidak ada keluhan dan laporan masuk," imbuh Arman.
Meski demikian, Arman tidak menampik jika Maret-April tahun lalu dampak Pandemi Covid-19
dirasakan oleh hampir semua perusahaan. Itu terjadi lantaran perusahaan ekspor-ter belum bisa
menjangkau negara tujuan ekspor. Negara-negara tersebut masih banyak yang menutup diri.
Sehingga mereka tidak bisa melakukan pengiriman barang.
"Itu sekitar bulan Maret sampai April 2020," ujarnya.
Akibatnya, di tahun lalu, perusahaan harus menggunakan sistem sift dan memutus kontak pada
tenaga kerja yang memang masa kontraknya sudah habis. "Tahun ini perusahaan sudah bisa
beroperasi," jelasnya. Sejauh ini, menjelang tiga hari raya Arman memprediksi tidak ada
sosialisasi maupun aduan yang masuk ke disnaker.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, total tenaga kerja di Kabupaten
Kediri sebanyak 56.931 orang. Mereka terdiri atas 27.180 pekerja laki-laki dan 29.740
perempuan. Selain itu juga terdapat 11 warga negara asing (WNA) yang bekerja di Kabupaten
Kediri, (wi/fud)
3

