Page 7 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 7

Ida  mengungkapkan,  memasuki  periode  H-7  Lebaran,  Kementerian  Ketenagakerjaan
              (Kemnaker)  memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk  memastikan
              pembayaran THR kepada pekerja atau buruh sesuai ketentuan yang berlaku.

              Untuk  itu,  ia  meminta  gubernur,  wali  kota,  dan  bupati  untuk  turun  tangan  langsung
              menyelesaikan pengaduan THR yang masuk Posko THR dan tak segan memberikan sanksi sesua
              i kewenangannya apabila ada yang melanggar.

              Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kemnaker menerima 1.369 laporan selama
              20 April-6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.
              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021, di antaranya
              ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,  industri
              makanan dan minuman, dan lain-lain.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi Covid-19.

              Sementara  itu,  Sekjen  Kem-naker  Anwar  Sanusi  mengatakan,  Kemnaker  mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan  pembayaran  THR.  "Kami  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara
              periodik,  kemudian  langsung  berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  ketenagakerjaan  untuk
              memerintahkan  pengawas  ketenagakerjaan  melakukan  pemeriksaan  pelaksanaan  THR,"
              ujarnya.

              Anwar  juga  menyampaikan  bagi  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  dan  tidak  mampu
              memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran
              THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Ia juga mengingatkan pengawas ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-l) sebelum Hari Raya Lebaran.

              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai de  ngan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," jelasnya.

              Pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan wajib membayar denda sebesar 5 persen
              dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk
              membayar.  Pengusaha yang  tidak  membayar THR  dalam  waktu yang ditentukan  juga  dapat
              dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


              Sanksi  tersebut  dapat  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian
              sementara sebagian atau seluruh alat produksi, serta pembekuan kegiatan usaha. (ndu/kl5)

              caption:

              TEGAS: Pemerintah bakal memberi denda 5 persen dari total THR yang harus dibayar pengusaha
              jika mereka tidak menuntaskan kewajibannya sejak berakhirnya batas waktu yang diberikan.


                                                            6
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12