Page 424 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 424

JANGAN MAIN-MAIN! MENAKER PELOTOTI PERUSAHAAN MANGKIR BAYAR THR

              Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum untuk
              memastikan  pembayaran  THR.  Hal  ini  dilakukan  agar  pembayaran  THR  bagi  pekerja/buruh
              berjalan lancar dan sesuai ketentuan, terlebih memasuki masa rentang waktu H-5 Lebaran saat
              ini.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para Gubernur, Wali Kota, dan Bupati
              untuk turun tangan dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR
              yang  telah  dibentuk.  Ia  pun  meminta  pihak  terkait  tak  segan  memberikan  sanksi  sesuai
              kewenangannya bila terjadi pelanggaran aturan THR.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

              Ida  mengungkap  Posko  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Keagamaan  2021  Kemnaker  mencatat
              adanya  1.569  laporan  yang  masuk  dalam  kurun  waktu  20  April  hingga  6  Mei  2021.  Jumlah
              tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Ia pun menyebutkan ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR
              2021 di antaranya adalah ritel, jasa keuangan dan perbankan, konstruksi, manufaktur, migas,
              alat kesehatan, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.

              Lebih lanjut, Ida menjelaskan beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara
              lain THR tidak dibayar sama sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau
              tanpa kesepakatan, dibayar bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena
              terdampak pandemi COVID-19.

              Langsung klik halaman selanjutnya, masih ada informasi yang penting soal THR.

              Sementara  itu,  Sekjen  Kemnaker  Anwar  Sanusi  mengatakan  pihaknya  telah  mengerahkan
              Pengawas Ketenagakerjaan yang berada di tingkat pusat dan daerah. Hal ini dilakukan untuk
              mengawasi pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kita  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," ungkap Anwar.
              "Tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual
              untuk mengkoordinasikan langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR," imbuhnya.

              Selain  itu,  Anwar  mengatakan  perusahaan  yang  terdampak  COVID-19  dan  tidak  mampu
              memenuhi  pembayaran  THR  didorong  untuk  melakukan  dialog  mengenai  pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Tak lupa, ia mengingatkan jika terdapat perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR tujuh
              hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada  kesepakatan  tertulis  bipartit  antara  pengusaha  dan
              pekerja untuk jangka waktu pembayarannya. Hal ini ia tujukan pada Pengawas Ketenagakerjaan
              di setiap provinsi.

              Kesepakatan  tersebut,  jelas  Anwar,  dibuat  secara  tertulis  dan  harus  didukung  dengan  bukti
              laporan keuangan 2 tahun terakhir serta memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan
              syarat paling lambat dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.



                                                           423
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429