Page 419 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 419

ADA 1.569 LAPORAN MASUK POSKO KEMNAKER, 899 MERUPAKAN PENGADUAN
              THR
              Memasuki  masa  rentang  waktu  H-7  Lebaran,  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)
              memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk  memastikan  pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja/buruh berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

              Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat,
              ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April hingga 6 Mei 2021.
              Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Terdapat  berbagai  kategori  sektor  usaha  yang  masuk  dalam  laporan  posko  THR  2021  ini  di
              antaranya  adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat
              kesehatan, industri makanan dan minuman, dan lainnya.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta para Gubernur, Walikota dan Bupati untuk turun
              tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke posko THR yang
              telah dibentuk dan tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi pelanggaran
              aturan THR.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Ida dalam siaran pers pada Jumat (7/5).

              Adapun beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain, THR tidak dibayar
              sama sekali, dibayar Sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan,
              dibayar bukan dalam bentuk uang dan perusahaan tidak mampu karena terdampak Pandemi
              Covid-19.

              Sekjen  Kemnaker  Anwar  Sanusi  mengatakan,  pihaknya  mengerahkan  pengawas
              ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi  pelaksanaan
              pembayaran THR.

              Terkait adanya pengaduan THR Pada Posko THR Kemnaker langsung menidaklanjutinya secara
              periodik.  Setelahnya  dilakukan  koordinasi  dengan  dinas-dinas  ketenagakerjaan  untuk
              memerintahkan pengawas ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR.

              "Tadi pagi Ditjen Binwasnaker & K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual
              untuk mengoordinasikan langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR," tambah Anwar.

              Bagi  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  dan  tidak  mampu  memenuhi  pembayaran  THR,
              didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran THR keagamaan dengan tetap
              mengacu pada peraturan perundangan.

              Anwar mengingatkan, pengawas ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.
              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada

                                                           418
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424