Page 414 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 414
RI DAN MALAYSIA BAHAS KERJA SAMA BILATERAL TENTANG PERLINDUNGAN PMI
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia terus mematangkan kerja sama tata kelola
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Malaysia.
Hingga saat ini, kerja sama dimaksud masih terus dibahas secara konkrit oleh kedua negara
karena counter-draft (draf tanggapan) Pemerintah Malaysia atas draf awal Memorandum of
Understanding (MoU) sektor domestik dari Indonesia pada September 2016, baru disampaikan
kepada Indonesia pada Agustus 2020.
"Pemerintah Indonesia meminta kembali agar perundingan renewal MoU dapat segera dilakukan
dan memperoleh posisi yang menguntungkan semua pihak. Saya berharap kita bisa tuntaskan
MoU ini mengikuti apa yang pernah menjadi guidance dari masing-masing negara," kata Menteri
Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat melakukan video conference dengan Menteri Sumber
Manusia Malaysia, Datuk Seri Saravanan, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (7/5/2021).
Ida berharap kedua negara bisa menuntaskan pembaharuan MoU sektor domestik berdasarkan
skema One Channel Recruitment.
"Saya menginginkan Datuk Seri bisa memberikan atensi terhadap isu tentang One Channel
Recruitment dan spesifikasi jabatan, one worker one task," katanya.
Ida menambahkan adanya spesifikasi jabatan dalam draf MoU merupakan salah satu upaya
untuk memastikan bahwa setiap CPMI yang akan bekerja ke luar negeri telah memiliki
kompetensi khusus.
Pemerintah Indonesia pun menyadari bahwa setiap negara penempatan memiliki aturan
ketenagakerjaan terkait sektor domestik, sehingga tujuh spesifikasi jabatan yang tercantum
dalam Kepmenaker Nomor 354 Tahun 2015 tentang jabatan yang dapat diduduki oleh Tenaga
Kerja Indonesia di luar negeri pada pengguna perseorangan perlu disesuaikan.
Ia mengatakan spesifikasi jabatan dalam draf MoU untuk penempatan dan pelindungan sektor
domestik saat ini telah disesuaikan/disimplifikasi menjadi 5 jabatan yakni housekeeper and family
Cook, child and baby care, elderly caretaker, family driver, dan gardener (housekeeper telah
digabung dengan family cook dan child care worker telah digabung dengan babysitter).
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia, penempatan PMI hanya dapat dilakukan ke negara penempatan yang telah memiliki;
dokumen kerjasama bilateral dengan Pemerintah Indonesia, regulasi yang mengatur tenaga
kerja asing, serta program jaminan sosial, "Kami berharap agar tata kelola penempatan PMI
sektor domestik ke Malaysia ke depan dapat berlangsung melalui satu saluran/mekanisme yang
disepakati oleh pemerintah kedua negara sehingga dapat lebih mudah dalam melakukan kontrol
dan pengawasan," ujarnya.
Sementara itu, Datuk Seri Saravanan Murugan mendukung langkah yang akan dilakukan dan
pihaknya akan memperkenalkan satu aplikasi yang dapat membantu PMI di Malaysia.
"Sistem aplikasi ini mampu membantu PMI untuk pihak Kementerian SDM Malaysia, apabila PMI
memperoleh perlakuan tidak baik dari majikannya," katanya.
Datuk Seri Saravanan menyambut positif adanya komitmen bersama Indonesia dengan Malaysia
soal PMI di Malaysia. Pihak Kerajaan Malaysia pun telah memiliki kebijakan baru untuk membantu
PMI di Negeri Jiran.
413

