Page 440 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 440

MENAKER IDA FAUZIYAH: SANKSI TEGAS PELANGGAR ATURAN THR

              JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mendorong pemberian sanksi tegas
              kepada para pelanggar aturan mengenai pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja atau
              buruh.

              Oleh  karena  itu,  memasuki  masa  rentang  waktu  H-7  Lebaran  2021  ini,  Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk
              memasikan pembayaran THR lancar sesuai ketentuan.

              "Sebelumnya  kami  konsentrasi  pada  layanan  informasi  dan  konsultasi  terkait  THR,  maka
              sekarang kami memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran
              aturan THR," kata Ida di Jakarta, Jumat (7/5).

              Ida meminta para gubernur, wali kota, dan bupati turun tangan langsung menyelesaikan setiap
              pengaduan yang masuk ke Posko THR yang telah dibentuk.

              Dia  juga  meminta  para  kepala  daerah  itu  tidak  segan-segan  memberikan  sanksi  sesuai
              kewenangan apabila terjadi pelanggaran aturan THR.

              Posko THR Keagamaan 2021 Kemnaker mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk selama kurun
              waktu 20 April sampai dengan 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi dan 899
              pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dan lain-lain.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain tidak dibayar sama sekali,
              dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar bukan
              dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi Covid-19.

              Sekretaris  Jenderal  Kemnaker  Anwar  Sanusi  mengatakan  bahwa  pihaknya  mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kami  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung  berkoordinasi  dengan  DinasKetenagakerjaan  untuk  memerintahkan  Pengawas
              Ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Anwar.

              Dia  menambahkan  Ditjen  Binwasnaker  dan  K3  pagi  tadi  telah  melakukan  koordinasi  dengan
              seluruh  kepala  Dinas  Ketenagakerjaan,  Pengawas  Ketenagakerjaan  dan  mediator  di  seluruh
              Indonesia  secara  virtual  untuk  mengoordinasikan  langkah-langkah  penegakan  hukum
              pelaksanaan THR.

              Anwar menyampaikan bagi perusahaan yang terdampak Covid-19 dan tidak mampu memenuhi
              pembayaran  THR,  didorong  melakukan  dialog  dengan  tetap  mengacu  pada  peraturan
              perundangan.

              Dia mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, apabila terdapat perusahaan
              yang tidak mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum Lebaran, maka harus ada kesepakatan
              tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              dua  tahun  terakhir  dan  memuat  waktu  pembayaran  THR  Keagamaan  dengan  syarat  paling
              lambat dibayar sehari (H-1) sebelum Lebaran.


                                                           439
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445