Page 457 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 457

Sebab, hingga saat ini belum ada satu pun kawasan industri yang memiliki BLK Unit Pelayanan
              Teknis Pusat (UPTP) milik Kemnaker.
              Nantinya, BLK Kota Batam akan difokuskan pada program pelatihan kerja yang dikhususkan pada
              jenis-jenis kejuruan yang dibutuhkan oleh industri-industri di sekitar kawasan Batam.

              "Ketersediaan pelatihan kerja akan merujuk pada pertumbuhan dan perkembangan industri di
              sekitar Batam serta disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerjanya," ujar Menaker Ida Fauziyah
              saat menerima Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

              Menaker Ida menjelaskan SDM yang akan dihasilkan oleh BLK Kota Batam ini diharapkan dapat
              memenuhi  kebutuhan  industri,  baik  di  wilayah  Kota  Batam  maupun  Provinsi  Kepri  secara
              keseluruhan.

              Menurutnya, beberapa kejuruan yang akan direkomendasikan mulai dari las, teknik manufaktur,
              teknik listrik, logistik, teknologi informasi komunikasi, otomotif, pariwisata dan garment apparel.

              "BLK Batam yang akan dibangun di lahan seluas 4,2 hektar ini bisa menjadi pusat tenaga kerja
              terampil di Kawasan Industri Kabil, dengan begitu BLK Batam juga dapat memenuhi tenaga kerja
              terampil di wilayah Kota Batam dan Provinsi Kepri," kata Menaker Ida.

              Menaker  Ida  berharap  BLK  Kota  Batam  ini  dapat  memberi  kontribusi  yang  sangat  berarti
              terhadap penyediaan tenaga kerja terampil melalui pelaksanaan program pelatihan yang link and
              match dengan kebutuhan di daerah Batam.
              Sementara Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menginginkan agar pembangunan BLK di kawasan
              Industri Batam ini bisa cepat terwujud setelah direncanakan sejak tahun 2018.

              Pembangunan BLK akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan ini. Diperkirakan akan
              memakan waktu selama tiga tahun,mulai tahun 2021 dan rampung tahun 2024.

              "Saat ini sedang dilakukan DED (Detail Engineering Design). Semoga adanya BLK di Kota Batam
              ini  bisa  melatih  anak-anak  muda  dari  Batam  terutama  dalam  bidang  maritim  dan  teknologi
              informasi," kata Ansar Ahmad didampingi Kadisnakertrans Kepri, Mangara Simarmata.

              Ansar  menambahkan,  Provinsi  Kepri  sangat  membutuhkan  tenaga  kerja  terampil,  terutama
              bidang manufaktur industri penerbangan, minyak, dan gas (oil and gas).
              Selama ini, pihaknya selalu kewalahan mencari tenaga kerja terampil di bidang manufaktur dan
              migas di wilayah Kepri sebab selama ini selalu mencarinya hingga keluar daerah Kepri.

              "Pelatihan  manufaktur  bidang  industri  penerbangan  (aviasi)  sudah  berkembang  di  Batam
              mengingat saat ini di Batam sudah beroperasi Lion Air Group Maintenance Facility, dan Garuda
              Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), " ujarnya.

              Kepada  Menaker  Ida,  Ansar  Ahmad  juga  mengemukakan  adanya  rencana  pembangunan
              workshop  di  kabupaten Karimun  untuk  mendukung  kegiatan  pembangunan  UPTP di provinsi
              Kepri. Namun nantinya workhsop tersebut tetap di bawah pembinaan dari UPTP BLK Batam.













                                                           456
   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462