Page 459 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 459

MENAKER IDA AKAN SANKSI TEGAS BAGI PELANGGAR ATURAN THR

              Jakarta,  IDN  Times  --  Memasuki  masa  rentang  waktu  H-7  Lebaran,  Kementerian
              Ketenagakerjaan  memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk  memastikan
              pembayaran  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  bagi  pekerja/buruh  berjalan  lancar  dan  sesuai
              ketentuan.

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta para Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk
              turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR
              yang  telah  dibentuk,  serta  tak  segan  memberikan  sanksi  sesuai  kewenangannya  bila  terjadi
              pelanggaran aturan THR.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Menaker Ida di Jakarta, pada Jumat (7/5).

              Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat,
              ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April s.d 6 Mei 2021. Jumlah
              tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              1. Ada berbagai kategori sektor usaha dalam posko THR Dok. Kemnaker Ada berbagai kategori
              sektor  usaha  yang  masuk  dalam  laporan  posko  THR  2021  di  antaranya  adalah  ritel,  jasa
              keuangan dan perbankan, konstruksi, manufaktur, migas, alat kesehatan, industri makanan dan
              minuman, dll.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19.

              Sementara itu, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan bahwa Kemnaker mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kita  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Sekjen Anwar.

              "Tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual
              untuk  mengkoordinasikan  langkah-langkah  penegakan  hukum  pelaksanaan  THR,"  tambah
              Sekjen Anwar.

              Sekjen  Kementerian  Ketenagakerjaan  Anwar  Sanusi.  (Dok.  Kemnaker)  Sekjen  Anwar  juga
              menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan tidak mampu memenuhi
              pembayaran  THR,  didorong  untuk  melakukan  dialog  untuk  pelaksanaan  pembayaran  THR
              keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Dia juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Dok. Kemnaker Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti
              laporan keuangan 2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan
              syarat paling lambat dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.


                                                           458
   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464