Page 468 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 468

Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah,  meminta  para  Gubernur,  Wali  Kota,  dan
              Bupati untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk
              ke Posko THR yang telah dibentuk, serta tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya
              bila terjadi pelanggaran aturan THR.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Ida melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan, Jumat (7/5).

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19.

              Sementara itu, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan bahwa Kemenaker mengerahkan
              pengawas  ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.
              "Kita  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata dia.

              Anwar menambahkan, tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan
              seluruh  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan,  Pengawas  Ketenagakerjaan  dan  Mediator  di  seluruh
              Indonesia  melalui  virtual  untuk  mengkoordinasikan  langkah-langkah  penegakan  hukum
              pelaksanaan THR.
              Ia juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan tidak mampu
              memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran
              THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Dia juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.
              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.

              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayaran
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," katanya.


              Anwar  juga  mengingatkan  terdapat  denda  bagi  pengusaha  yang  terlambat  membayar  THR
              keagamaan sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
              kewajiban pengusaha untuk membayar.

              Pengusaha yang tidak membayar THR dalam waktu yang ditentukan juga dapat dikenakan sanksi
              administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sanksi tersebut dapat berupa
              teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat
              produksi, serta pembekuan kegiatan usaha.
                                                           467
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473