Page 472 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 472

POSKO THR KEMNAKER SUDAH TERIMA 1.569 LAPORAN

              Jakarta - Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan
              mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April sampai
              dengan 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dan lainnya.

              "Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Jumat (7/5/2021).

              Sementara  itu,  Sekjen  Kemnaker,  Anwar  Sanusi,  mengatakan  Kemnaker  mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kita  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Sekjen Anwar.

              Bahkan Jumat ini, Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala
              Dinas Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui
              virtual untuk mengkoordinasikan langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR.

              Di samping itu, Sekjen Anwar menghimbau bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan
              tidak mampu memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Sekjen Anwar juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat
              perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum hari raya, maka harus ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.
              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," Jelas Sekjen Anwar.

              Demikian, ia juga mengingatkan terdapat denda bagi pengusaha yang terlambat membayar THR
              keagamaan sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
              kewajiban pengusaha untuk membayar.












                                                           471
   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476   477