Page 476 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 476

Ringkasan

              Memasuki masa rentang waktu H-7 Lebaran, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat aspek
              pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR)
              bagi pekerja/buruh berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para Gubernur, Walikota, dan Bupati
              untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko
              THR yang telah dibentuk, serta tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi
              pelanggaran aturan THR.



              PENGUSAHA LANGGAR ATURAN THR AKAN KENA DENDA, TEGURAN HINGGA
              PEMBEKUAN USAHA
              JAKARTA,  -  Memasuki  masa  rentang  waktu  H-7  Lebaran,  Kementerian  Ketenagakerjaan
              memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk  memastikan  pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja/buruh berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para Gubernur, Walikota, dan Bupati
              untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko
              THR yang telah dibentuk, serta tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi
              pelanggaran aturan THR.
              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Ida di Jakarta, pada Jumat (7/5).

              Posko THR Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, ada 1.569 laporan yang
              masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April hingga 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri
              dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dan yang lainnya.

              "Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan, antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19," terangnya.

              Sementara  itu,  Sekjen  Kemnaker  Anwar  Sanusi  mengatakan  bahwa  Kemnaker  mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kita langsung menidaklanjuti pengaduan dalam Posko THR secara periodik, kemudian langsung
              berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  ketenagakerjaan  untuk  memerintahkan  pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Anwar.

              "Tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual
              untuk mengkoordinasikan langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR," tambahnya.

              Anwar juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak Covid-19 dan tidak mampu
              memenuhi pembayaran THR didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran
              THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.
                                                           475
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481