Page 533 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 533
"Ada yang dicicil, ada yang tunai tetapi kurang dari satu bulan gaji, ada yang dicicil dan jika
diakumulasikan sama dengan satu uang gaji, ada yang tidak mendapatkan THR. Semuanya
totalnya 51,5 persen terkendala terkait THR dalam hal pembayarannya, dan yang sesuai
Permenaker 49,5 persen," kata Dian terkait data yang sudah masuk.
Ketua Departemen Buruh Perempuan, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Dian Septi
Trisnanti, dalam tangkapan layar.
Dengan data itu, jumlah perusahaan yang bisa menunaikan pembayaran THR sesuai aturan yang
ada, belum mencapai 50 persen sampai sepekan sebelum Lebaran.
Jika ditilik lebih dalam, kata Dian, yang paling terdampak adalah sektor pekerja informal. Para
pekerja rumah tangga misalnya, ada yang menerima THR secara tunai tetapi besarannya kurang
dari satu bulan gaji. Ada juga yang hanya menerima bingkisan barang atau bahkan tidak
memperolehnya sama sekali.
Pekerja sektor garmen di sejumlah perusahaan juga terdampak dengan kesepakatan
pembayaran THR secara dicicil. Sementara masalah lebih besar dialami buruh kontrak, pekerja
outsourcing, pekerja magang, dan buruh lepas. Pekerja sektor industri kreatif yang menerima
paket pekerjaan dari perusahaan dan mengerjakannya di rumah, juga tidak dianggap pekerja
sehingga tidak menerima THR.
532

